UNAIR NEWS – Setelah beragam prestasi yang diukir sejak masuk di bangku kuliah, Talita Yuanda Reksa dinobatkan sebagai wisudawan berprestasi FKH UNAIR periode Juli 2018. Salah satu prestasi yang mengantarkannya menjadi wisudawan berprestasi adalah ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-30 yang dihelat di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, tahun 2017 lalu.
Dari PIMNAS yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI itu, selain meraih juara umum ke-4, ia dan tim juga meraih medali perak kategori presentasi. Saat itu, presentasi yang ia bawakan berjudul Pemanfaatan Madu Lebah Hutan Tropis Sumbawa (Apis dorsata) Terhadap Peningkatan Fertilitas Telur Burung Endemik Indonesia Kacer Hitam (Copshycus saularis) sebagai Upaya Peningkatan Populasi Satwa.
Selain unggul bidang akademik, perempuan kelahiran Blitar, 9 November 1994 itu memiliki hobi musik dan olahraga. Saat kuliah, anggota UKM Airlangga Orchestra dan Paduan Suara UNAIR itu pernah menjadi tim paduan suara Gita Bahana Nusantara Jawa Timur pada Sidang Paripurna Istimewa HUT Jawa Timur Ke-70.
Sebelumnya, saat SMA, tepatnya tahun 2008, dalam ajang level internasional Talita pernah mendapat medali perak kategori Paduan Suara Anak Festival Paduan Suara Internasional XXI yang diadakan oleh Institut Teknologi Bandung.
“Semua yang saya dapat adalah bonus dari Tuhan atas proses belajar yang telah saya jalani, sehingga saya bisa mempersembahkan kembali kepada Tuhan, kepada orang tua, dan kepada beliau-beliau (guru, dosen, teman-teman, dan lingkungan) yang telah mendidik dari saya SD hinggu lulus sarjana,” terang Talita.
Selama kuliah, lanjut Talita, ia selalu berusaha memaksimalkan kesempatan tatap muka dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga, sisa waktu yang ada bisa digunakan untuk belajar hal lain, baik organisasi, keterampilan non akademik, pelayanan ibadah, maupun kegiatan sosial.
“Terlebih saya bisa meluangkan waktu untuk keluarga. Saya menyadari bahwa menuju keseimbangan hidup itu perlu, meskipun susah tetapi seru,” lanjutnya. (*)
Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Nuri Hermawan





