Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat di Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, pada tahun 2024. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bebesen, ditemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku masyarakat, serta keberadaan dispenser air, dengan kejadian DBD. Temuan ini menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit ini.
Menurut penelitian yang dilakukan pada bulan Agustus 2024 dengan melibatkan 55 responden secara acak, mayoritas masyarakat di Bebesen menunjukkan sikap dan perilaku negatif terkait pencegahan DBD. Data menunjukkan bahwa 63,7% responden mengalami DBD, dan 61,9% memiliki sikap negatif terhadap pencegahan penyakit ini. Selain itu, 63,6% responden menunjukkan perilaku yang kurang mendukung dalam pengelolaan lingkungan yang sehat, seperti tidak rutin menguras tempat penampungan air.
Salah satu faktor yang menarik perhatian adalah peran dispenser air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dispenser air di rumah-rumah warga ternyata memiliki hubungan signifikan dengan meningkatnya kejadian DBD. Meskipun banyak yang menggunakan dispenser, ternyata air yang tergenang di dalamnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD. Penelitian ini menemukan bahwa rumah yang tidak merawat dispenser air mereka dengan baik cenderung lebih sering terjangkit DBD.
Apa yang Harus Dilakukan? Penelitian ini mengungkapkan pentingnya perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD. Pemerintah dan tenaga kesehatan diharapkan bisa lebih aktif mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan dan pengelolaan air yang benar. Menguras tempat penampungan air, menutup wadah air dengan rapat, dan membersihkan dispenser air secara rutin dapat menjadi langkah efektif dalam memutus mata rantai penyebaran DBD.
Langkah-Langkah
Langkah-langkah Pencegahan yang Perlu Ditekankan Dalam rangka pencegahan DBD, masyarakat disarankan untuk melakukan beberapa langkah sederhana namun efektif:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin, minimal seminggu sekali.
- Menutup rapat tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk.
- Membersihkan dispenser air secara berkala untuk mencegah genangan yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
- Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dan memastikan tidak ada sampah atau tempat tergenangnya air yang bisa menjadi sarang nyamuk.
Peningkatan jumlah kasus DBD di Kecamatan Bebesen menjadi perhatian serius. Penelitian ini menunjukkan bahwa sikap dan perilaku masyarakat yang kurang mendukung pencegahan, serta pengelolaan dispenser air yang buruk, berperan besar dalam peningkatan angka kejadian DBD. Dengan meningkatkan kesadaran dan perilaku positif masyarakat, diharapkan angka kejadian DBD dapat ditekan dan pencegahan lebih efektif dapat diterapkan.
Penulis : Prof. Dr. Ririh Yudhastuti, drh., M.Sc.
Jurnal dapat diakses pada https://ecohumanism.co.uk/joe/ecohumanism/article/view/6302





