UNAIR NEWS – H-index merupakan indikator penentu tingkat produktivitas seorang peneliti yang dilihat dari banyaknya karya ilmiah yang dihasilkan. Selain itu, indeks ini juga dilihat dari jumlah sitasi dari suatu jurnal penelitian.
Mengingat pentingnya h-index ini, para peneliti melakukan berbagai upaya agar meningkatkan nilai h-index salah satunya dengan meningkatkan jumlah sitasi. Selain itu, mengadakan kolaborasi dengan peneliti lain (joint research) juga menjadi cara yang efektif dalam meningkatkan h-index.
Namun, menurut Dr Santi Martini dr MKes, terdapat cara yang lebih efektif dalam meningkatkan h-index yakni dengan menjadi kolaborator penelitian. Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR ini menyampaikan bahwa dengan menjadi kolaborator penelitian, h-index seorang peneliti akan meningkat dengan lebih cepat.
Pada gelaran bertajuk “Improve Your Visibility and Get Cited: Sharing Experience” yang diselenggarakan oleh Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) UNAIR ini, Dr Santi menyampaikan bahwa tergabung dalam jejaring riset (research group) menjadi awal mula ia menjadi seorang kolaborator penelitian. “Kebetulan saya ikut dalam jejaring research (research group) tentang tobacco control. Di situlah saya banyak juga ketemu dengan kolega-kolega di dalam negeri maupun di luar negeri,” ungkap dr Santi pada Jumat (15/7/2022).
Dr Santi mengungkapkan bahwa ia pertama kali tergabung dalam research group tersebut pada tahun 2018. Dari keanggotaannya dalam research group ini, dr Santi memperoleh banyak informasi mengenai bagaimana melakukan riset dan publikasi yang belum pernah diketahui sebelumnya.
“Di research group ini pula ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi kolaborator penelitian,” tandasnya.
Ia mengaku bahwa sebelumnya tidak tahu-menahu mengenai dampak menjadi kolaborator penelitian terhadap h-index seorang peneliti. “Saya baru gabung 2018 tapi kenaikannya (h-index, Red) cepat sekali. Tapi itu bukan tujuan saya pertama kali. Ternyata, peran saya sebagai kolaborator berdampak terhadap h-index Scopus,” terang Dr Santi.
Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukannya, dr Santi menyimpulkan bahwa menjadi seorang kolaborator penelitian merupakan cara paling cepat dalam menaikkan h-index. “Kalau yang lain-lain kita juga sudah lakukan. Tapi, ternyata kenaikannya terhadap sitasi atau h-index tidak secepat ketika saya bergabung dengan kolaborator,” pungkas Dr Santi.
Penulis: Agnes Ikandani
Editor: Nuri Hermawan





