Universitas Airlangga Official Website

Delegasi MYMA Juarai LKTI Nasional, Gagas Pemanfaatan AI dalam Hukum

Tim MYMA FH UNAIR raih Juara 1 LKTI dalam Dr Mochtar Riady Legal Week (DMRLW) 2025 (Foto: Dok. Narasumber)
Tim MYMA FH UNAIR raih Juara 1 LKTI dalam Dr Mochtar Riady Legal Week (DMRLW) 2025 (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) dari Fakultas Hukum (FH) UNAIR sukses menjadi Juara I Dr Mochtar Riady Legal Week (DMRLW) 2025. Delegasi MYMA menyabet juara dalam lomba karya tulis ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan oleh UPH Tangerang pada Jumat (13/6/2025).

Yonathan selaku ketua delegasi mengungkapkan bahwa awalnya tim bernama Arjuna ini terbentuk sebagai wujud rasa keingintahuan tim untuk merasakan pengalaman perlombaan. Berdasarkan hal itu, tim ini awalnya tidak memiliki ekspektasi sama sekali bisa menjadi juara perlombaan LKTI. 

“Jadi kami pun sebenarnya di awal tidak bermotivasi untuk menjadi juara di kompetisi ini. Mengingat tidak ada satu pun dari kami yang pernah ikut dalam LKTI. Namun setelah berjalannya waktu, dukungan kakak-kakak dari MYMA membentuk motivasi kita untuk memberikan yang terbaik dan mengarahkan kami untuk mendapatkan gelar juara,” ungkapnya. 

Keberhasilan MYMA FH UNAIR menyabet gelar juara tak terlepas dari penerapan inovasi yang menarik. Yonathan menjelaskan bahwa tim MYMA menggagas pemanfaatan AI dalam mengatur peraturan di Indonesia. Bagi Yonathan, topik ini relevan untuk menjawab isu aktual di Indonesia. 

“Seperti yang kita tahu, peraturan di Indonesia tidak beraturan dan banyak masalah. Hal ini juga mengakibatkan permasalahan lain dalam penyelenggaraan negara kita. Oleh karena itu, kita membutuhkan AI untuk membenahi permasalahan tersebut agar efisien dan efektif,” sebutnya. 

Meskipun mengangkat ide yang menarik, Yonathan mengaku bahwa proses meriset dan menyusun argumen menjadi tantangan. Menurutnya, teknik penulisan dalam LKTI memiliki kekhasan tersendiri. “Teknik penulisan dalam LKTI membutuhkan seni tersendiri yang harus dilatih. Karena tidak mudah menyusun sebuah paragraf atau argumen yang padat, jelas, dan runtut agar bisa dipahami oleh pembaca,” imbuhnya. 

Melalui gagasan yang diangkat, Yonathan dan tim berharap agar pemerintah mau untuk segera melakukan pembenahan sistem hukum nasional. Hal ini agar cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak hanya menjadi angan-angan semata. “Harapan terbesar kami adalah semoga para pembuat kebijakan di Indonesia dapat segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam sistem hukum nasional kita.,” ujarnya. 

Pada akhir, ia berpesan kepada mahasiswa yang juga ingin merasakan atmosfer perlombaan untuk selalu mengambil kesempatan. “Lomba berfungsi penting untuk mengasah skill yang dapat kita gunakan saat bekerja nanti. Jadi, jangan takut untuk mencoba lomba apapun yang kalian ingin ikuti karena kita tidak tahu kapan keberuntungan itu muncul,” tutupnya.

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Yulia Rohmawati