UNAIR NEWS – Kegiatan Sharing and Discussions (Shadis) sebagai program kerja tahunan biro Controlling, Assasement, System, and Control (CASA) Banyuwangi Public Health Assosiation (B-PHA) UNAIR di Banyuwangi, sukses dilaksanakan hari Sabtu (11/11) lalu. Inilah partisipasi bagi himpunan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pengetahuan bagi mahasiswa prodi Kesehatan Masyarakat di Banyuwangi.
Kegiatan “Shadis” ini berbentuk talk show yang melibatkan seluruh mahasiswa program studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) serta seluruh jajaran dosen dan Kepala Program Studi S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat di PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi.
Sifat kegiatannya ”sersan”, serius tetapi santai. Diselingi pengenalan mengenai visi dan misi program studi Kesmas yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Zainal Fatah, Drs., MS., M.Kes, serta Sosialisasi Akreditasi yang dipaparkan oleh Diansanto Prayoga, SKM., M.Kes.
Inriza Yuliandari, ketua pelaksana kegiatan ini kepada unair.news menjelaskan, bahwa Sharing and discussions kali ini mengusung tema “Menggali Lebih Dalam Status dan Akreditasi program studi S1 ilmu kesehatan masyarakat PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi”.
”Tujuan dilaksanakan kegiatan ini agar terwujud rasa keterbukaan serta transparansi, terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa dengan civitas akademika yang lain. Dari sini lalu memperoleh feedback berupa kritik, saran, dan solusi dari civitas akademika atas aspirasi dan permasalahan yang ada. Juga muncul masukan untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, serta terwujudnya kesatuan yang kokoh antar-seluruh civitas akademika prodi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat PSDKU UNAIR di Banyuwangi,” tambah Inriza.
Menurut Kepala Program Studi Kesmas UNAIR Banyuwangi, Dr. Muhammad Zainal Fatah, Drs., MS., M.Kes., melalui kegiatan ini diharapkan setiap mahasiswa kelak mau untuk menyampaikan aspirasinya mengenai permasalahan dan keluh kesah yang dialami seputar kegiatan akademik yang ada.
”Dari situ nanti akan ditanggapi oleh manajemen program studi, bersama dengan seluruh jajaran dosen pengajar, sehingga terjalin hubungan timbal-balik yang baik dan muncul rasa kepemilikan yang tinggi terhadap prodinya,” kata Muhammad Zainal. (*)
Penulis : Siti Mufaida
Editor : Bambang Edy S.





