Universitas Airlangga Official Website

Dies Natalis ke-3, Rektor UNAIR Dukung Penuh Upaya AMN Surabaya Jaga Sinergi Mahasiswa Nusantara

Potret Penampilan Tari Nusantara pada puncak Dies Natalis AMN Surabaya ke 3
Potret Penampilan Tari Nusantara pada puncak Dies Natalis AMN Surabaya ke 3 (Foto: Humas AMN Surabaya)

UNAIR NEWS – Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya rayakan Dies Natalis ke-3 pada Sabtu (29/11/2025) dengan menegaskan komitmen sebagai rumah pembinaan kebangsaan bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia. Perayaan ini menjadi momentum penting bagi AMN Surabaya untuk memperkuat integritas, kepemimpinan muda, serta semangat persatuan lintas budaya.

AMN Surabaya menjadi bagian dari program strategis pemerintah dalam membentuk talenta unggul dari berbagai provinsi. Universitas Airlangga (UNAIR) turut berperan sebagai mitra inti melalui konsorsium empat perguruan tinggi besar, bersama ITS, UNESA, dan UPN Veteran Jawa Timur. Kolaborasi ini memastikan pembinaan karakter, pendampingan akademik, dan penguatan wawasan kebangsaan. Termasuk lebih dari 150 mahasiswa UNAIR tercatat sebagai penerima beasiswa AMN Surabaya yang kini menaungi total 355 penghuni aktif dan memiliki 385 purna huni.

Rektor UNAIR, Prof Madyan, turut menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan program AMN Surabaya. “UNAIR mendukung penuh upaya AMN dalam mewujudkan semangat, sinergy of nusantara for building unity in diversity melalui pendidikan, kebersamaan dan semangat pengabdian untuk bangsa,” ungkapnya 

AMN Surabaya sebagai wadah tumbuhnya generasi muda Indonesia yang inklusif, berprestasi, dan berkarakter kebangsaan. Keberagaman mahasiswa dinilainya memperkaya pengalaman belajar dan memperkuat semangat persatuan. Ia berharap AMN Surabaya terus menjadi ruang tumbuhnya persatuan, kolaborasi lintas budaya, dan semangat persaudaraan antar generasi muda. “Semoga sinergi ini terus terjaga dan AMN Surabaya semakin jaya serta memberi kontribusi nyata bagi indonesia,” pungkasnya.

Membangun Miniatur Indonesia dalam Rumah Kebangsaan

Direktur AMN Surabaya, Dhian Satria Yudha Kartika SKom MKom menegaskan bahwa AMN hadir untuk membentuk generasi muda berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan bersemangat bela negara. Ia menyampaikan bahwa AMN bertekad melahirkan generasi yang menjadi hilirisasi nilai kebangsaan dan mampu kembali memberi kontribusi nyata kepada masyarakat.

Jajaran Pimpinan dan Perwakilan 4 konsorsium PTN Surabaya
Jajaran Pimpinan dan Perwakilan 4 konsorsium PTN Surabaya (Foto: Humas AMN Surabaya)

Ia menambahkan bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa mulai dari suku, budaya, hingga agama bisa bersatu dalam nilai Pancasila. Di AMN Surabaya, mereka yang berbeda-beda itu juga bisa hidup di bawah satu atap. “AMN Surabaya disebutnya sebagai miniatur Indonesia, tempat mahasiswa berkomitmen untuk tumbuh, berkembang, dan mencapai cita-cita bersama,” ungkap Dhian.

Rangkaian kegiatan dies natalis telah berlangsung sejak Oktober. Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, talk show, tur budaya, serta perayaan Hari Pahlawan 10 November. AMN Surabaya juga menggelar berbagai perlombaan seperti vlog tur budaya hingga business plan competition. Selain itu, juga terdapat kegiatan fun walk yang memberikan ruang interaksi langsung dengan masyarakat. “Seluruh rangkaian ini kami rancang agar mahasiswa tidak hanya merayakan hari besar nasional. Tetapi juga merasakan sendiri nilai kebangsaan dalam aktivitas yang dekat dengan kehidupan mereka,” tambahnya.

Kolaborasi Nusantara dan Dukungan Semua Pihak

Dalam kesempatan tersebut, Dhian menegaskan bahwa AMN Surabaya adalah rumah bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan membangun jejaring nasional. Penghuni AMN Surabaya berasal dari 38 provinsi di Indonesia, dan keberagaman ini dianggap sebagai modal penting menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menyoroti bahwa kolaborasi lintas budaya juga diperkuat oleh pertemuan lintas akademik dari empat konsorsium perguruan tinggi negeri Surabaya. Keberhasilan AMN Surabaya, menurutnya, tidak lepas dari dukungan pimpinan perguruan tinggi, para pemangku kepentingan, serta semangat seluruh mahasiswa.

Penulis: Muhammad Afriza Atarizki 

Editor: Yulia Rohmawati