UNAIR NEWS – Memperingati Dies Natalis ke-70, Perpustakaan Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan Meet and Greet sebagai wujud komitmen untuk memperkuat kontribusinya kepada sivitas akademika. Mengusung tagline Kontribusi Perpustakaan bagi Sivitas Akademika UNAIR, kegiatan ini menjadi wadah penyampaian aspirasi serta ruang dialog antara mahasiswa dan pengelola perpustakaan.
Acara ini berlangsung pada Jumat (2/5/2025) di Ruang Parlinah, Perpustakaan Kampus Dharmawangsa-B, UNAIR. Kepala Perpustakaan, Suhernik SSos MSi, hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Suhernik menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan dan relevansi perpustakaan di tengah perkembangan zaman.
Suhernik mengajak mahasiswa terlibat aktif memberi masukan dalam upaya pengembangan perpustakaan ke depan. “Kalau Anda butuh sesuatu ke perpustakaan ternyata tidak ada, sampaikan kepada kami, paling tidak kepada humas perpustakaan,” tuturnya.

Optimalisasi Kebijakan
Lebih lanjut, dalam sesi diskusi dan penjaringan aspirasi, Suhernik menanggapi keluhan mahasiswa terkait pembatasan peminjaman koleksi khusus atau tandon. Ia menjelaskan bahwa Perpustakaan UNAIR telah mengubah kebijakan peminjaman koleksi tersebut menjadi lebih fleksibel. Jika masih muncul keterangan pelarangan peminjaman dalam sistem AILIS, kemungkinan besar hal itu terjadi akibat kesalahan pengaturan oleh petugas perpustakaan.
“Peraturan zaman dahulu bahwa koleksi khusus itu tidak dipinjamkan untuk dibawa pulang, hanya baca di tempat atau dilakukan peminjaman saat overnight, itu sudah tidak menjadi kebijakan kami. Pada tahun 2022, tepatnya setelah pandemi Covid-19, semua koleksi yang ada di perpustakaan bisa dipinjam untuk dibawa pulang,” ujar Suhernik.
Selain merespons kebijakan peminjaman, Suhernik menekankan bahwa Perpustakaan UNAIR selalu memastikan keterbaharuan koleksi. Suhernik menyampaikan bahwa perpustakaan secara konsisten menyediakan buku-buku referensi yang relevan dengan mata kuliah, dengan prioritas pada terbitan lima tahun terakhir. “Ketersediaan koleksi lima tahun terakhir ini sejalan dengan kemauan dosen yang menugaskan penggunaan daftar pustaka minimal lima tahun terakhir,” ucapnya.
Pengembangan Teknologi
Perpustakaan UNAIR telah mengembangkan aplikasi buku digital bernama iPustaka PUA atau Kubuku. Namun, mahasiswa sebagai pengguna masih sering mengalami sejumlah kendala, terutama saat menjalankan aplikasi di perangkat dengan sistem operasi Windows.
Menanggapi permasalahan ini, Prasasti Irianto AMd, Programmer Information Technology (IT) Perpustakaan UNAIR, menjelaskan bahwa tim IT perpustakaan tidak memiliki kendali langsung atas sistem iPustaka PUA atau Kubuku. “Kita itu beli e-book yang cara bacanya menggunakan aplikasi Kubuku atau iPustaka PUA. Aplikasi Kubuku ini sudah banyak dipakai universitas, bahkan Perpustakaan Kota Surabaya. Jadi kalau kalian mengalami masalah ketika mengoperasikannya dengan sistem Windows, maka itu terjadi di semua pengguna Kubuku,” jelasnya.
Meskipun demikian, Prasasti mengungkapkan bahwa versi iPustaka PUA atau Kubuku yang UNAIR gunakan justru lebih unggul daripada milik institusi lain. “Perpustakaan UNAIR itu salah satu pelopor Kubuku bisa login menggunakan akun Cybercampus. Kubuku milik yang lain harus daftar dulu, setelahnya harus melalui proses approve email,” ungkapnya.
Dalam komitmennya, tim IT akan terus mengoptimalkan layanan digital yang tersedia agar tetap responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Mereka juga akan segera menindaklanjuti kendala ini dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Ragil Kukuh Imanto





