UNAIR NEWS – Program kerja DIGDAYA UMKM (Digitalisasi dan Berdaya UMKM) merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN BBK 7 Universitas Airlangga di Desa Ngepeh, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 Januari 2026 sebagai upaya mendukung digitalisasi UMKM desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
DIGDAYA UMKM bertujuan untuk membantu pelaku UMKM desa agar usahanya lebih mudah ditemukan dan diakses oleh masyarakat luas. Program ini berfokus pada dua kegiatan utama, yaitu pendaftaran nama dan lokasi usaha di Google Maps serta pendampingan pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai. Melalui Google Maps, lokasi usaha seperti warung sembako, usaha makanan, dan jajanan dapat ditemukan dengan lebih mudah oleh pembeli, termasuk dari luar desa. Sementara itu, penggunaan QRIS mempermudah proses transaksi dan memberikan kenyamanan bagi pembeli yang tidak membawa uang tunai.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN BBK 7 Universitas Airlangga sebagai pendamping, serta pelaku UMKM Desa Ngepeh sebagai sasaran utama program. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami agar pelaku UMKM dapat menerapkan teknologi tersebut secara mandiri.
Salah satu pelaku UMKM menyampaikan manfaat dari kegiatan ini, “Dengan adanya QRIS dan Google Maps, saya siap untuk menjadikan usaha saya terdigitalisasi,” ujar ibu Nayli, pemilik usaha. Hasil dari kegiatan DIGDAYA UMKM menunjukkan bahwa beberapa UMKM telah mulai menerima pembayaran menggunakan QRIS dan lokasi usahanya sudah muncul di Google Maps.
Melalui program DIGDAYA UMKM, mahasiswa KKN berharap dapat mendukung digitalisasi UMKM desa, meningkatkan daya saing usaha lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.





