UNAIR NEWS – Keterbatasan identitas digital dan metode pembayaran non-tunai masih menjadi kendala bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Deketagung, Kabupaten Lamongan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya visibilitas usaha serta terbatasnya jangkauan konsumen.
Sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut, pada tanggal 24 Januari 2026 mahasiswa melaksanakan program DIGIKAN DEKETAGUNG (Digitalisasi Identitas dan Transaksi UMKM Desa Deketagung) yang menyasar 17 pelaku UMKM aktif di desa tersebut. Program ini difokuskan pada pendampingan digitalisasi usaha untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi layanan UMKM desa.
Kegiatan yang dilakukan meliputi pembuatan lokasi usaha di Google Maps, pelatihan penggunaan WhatsApp Business, serta pendampingan penerapan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai. Mahasiswa mendampingi pelaku UMKM secara langsung mulai dari proses pendaftaran hingga praktik penggunaan fitur-fitur digital dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa UMKM Desa Deketagung kini telah memiliki identitas digital yang memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha. Pemanfaatan WhatsApp Business mendorong komunikasi yang lebih profesional dan terstruktur denganpelanggan, sementara penerapan QRIS mulai meningkatkan kemudahan dan kecepatan
transaksi.
Digitalisasi usaha tersebut berdampak pada meningkatnya akses pasar, efisiensi pelayanan, serta kesiapan UMKM dalam menghadapi sistem ekonomi digital. Keterlibatan aktif pelaku UMKM selama kegiatan juga mencerminkan adanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam mendorong keberlanjutan penguatan ekonomi lokal.
Program DIGIKAN DEKETAGUNG sejalan dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan
Pertumbuhan Ekonomi) sebagai SDGs utama melalui penguatan produktivitas UMKM desa.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui
pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha masyarakat.
Penulis : Tim BBK 7 Desa Deketagung





