UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program DigitUMKM kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Desa ini masih menghadapi tantangan dalam adaptasi teknologi. Promosi yang terbatas pada lingkup lokal menyebabkan jangkauan pelanggan belum optimal.
Program pendampingan intensif ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan usaha, menyasar UMKM di Desa Sidorejo. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing UMKM di era digital yang semakin kompetitif.
Program DigitUMKM
Para mahasiswa UNAIR yang tergabung dalam program DigitUMKM secara aktif mendampingi para pelaku UMKM dalam serangkaian kegiatan krusial. Pendampingan tersebut meliputi pembuatan website dan katalog produk digital, perancangan logo usaha yang menarik, serta pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps guna memudahkan calon pelanggan dalam menemukan produk dan layanan.

Tidak hanya itu, tim DigitUMKM juga memberikan bimbingan dalam proses dokumentasi produk. Termasuk sesi fotografi profesional untuk menghasilkan foto-foto produk berkualitas tinggi yang bermanfaat sebagai bahan katalog dan promosi di berbagai platform media digital.
Salah satu UMKM yang bekerja sama dari program ini adalah usaha tas anyaman milik Sriani. Proses pendampingan terhadap usaha Sriani dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur pada tanggal 11 Juli, 19 Juli, dan 26 Juli 2025. “Melalui serangkaian intervensi digital, harapannya usaha tas anyaman Ibu Sriani mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Tidak hanya di tingkat lokal namun juga nasional,” jelas Sekar mewakili kelompok KKN BBK.
Program DigitUMKM ini merupakan wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. “Kami berharap program DigitUMKM dapat menjadi katalisator bagi UMKM di Desa Sidorejo untuk beradaptasi dengan lanskap bisnis digital. Dengan penguasaan teknologi, UMKM akan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan peluang pertumbuhan yang lebih besar,” tambah Sekar.
Keberhasilan pendampingan UMKM seperti usaha tas anyam milik Sriani menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk turut serta dalam program serupa. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai inovasi dan program pemberdayaan.
Penulis: Arifatun Nazilah
Editor: Yulia Rohmawati





