Universitas Airlangga Official Website

Dinamika Perilaku dan Psikologis dalam Kesuksesan Akademik Mahasiswa Malaysia

Sistem pendidikan tinggi di Malaysia berjalan dalam kerangka sosial budaya dan ekonomi yang unik, dalam hal ini ditandai dengan masyarakat multi etnis, kebijakan pendidikan yang khas, dan tuntutan yang terus meningkat untuk menghasilkan lulusan yang terampil demi memenuhi tuntutan ekonomi. Dalam hal ini, prestasi akademik mahasiswa merupakan indikator penting untuk mengukur kesuksesan dalam dunia pendidikan. Sebuah studi terbaru yang berjudul “The role of sense of purpose, time management, attendance, sleep and self-esteem in academic performance among university students in Malaysia” yang merupakan kolaborasi dari beberapa peneliti dari berbagai universitas di dunia termasuk Dr. Miguel Angel Esquivias Padilla, M.SE, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Pembangunan, mengeksplorasi bagaimana rasa percaya diri (self esteem), tujuan hidup (sense of purpose), manajemen waktu, kualitas tidur, dan kehadiran di kelas mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini melibatkan 397 mahasiswa dari berbagai universitas di Malaysia. Data dikumpulkan melalui survei, menggunakan skala Likert untuk mengukur variabel-variabel tersebut.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasa percaya diri (self esteem) merupakan faktor yang memiliki peran signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa. Dalam hal ini, mahasiswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi lebih mampu menghadapi tantangan akademik, menunjukkan partisipasi aktif di kelas, dan memotivasi diri untuk mencapai hasil terbaik. Oleh karena itu, perguruan tinggi dapat mengadakan program pengembangan diri untuk mendukung mahasiswa dalam membangun kepercayaan diri mereka.

Selain itu, variabel lain yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa yaitu tujuan hidup (sense of purpose). Hasil penelitian menemukan bahwa memiliki tujuan hidup dapat meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Dalam hal ini, mahasiswa yang memiliki tujuan hidup yang jelas cenderung lebih fokus dan termotivasi dalam mencapai target akademik. Mahasiswa yang memahami tujuan mereka, baik untuk menyelesaikan studi maupun mencapai karir impian, akan menjaga konsistensi dan semangat belajar. Oleh karena itu, universitas perlu menyediakan layanan konseling karier untuk membantu mahasiswa mengidentifikasi dan mengembangkan tujuan akademik serta pribadi mereka.

Manajemen waktu juga memiliki pengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa dengan kemampuan manajemen waktu yang baik cenderung memiliki kinerja akademik yang lebih tinggi. Manajemen waktu adalah keterampilan esensial yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa untuk menyelesaikan tugas tepat waktu, mempersiapkan ujian, dan menghadiri kelas.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa di kelas memiliki dampak positif yang signifikan terhadap prestasi akademik. Dalam hal ini, mahasiswa yang hadir secara konsisten akan lebih mudah memahami materi, berinteraksi dengan dosen, dan mendapatkan wawasan tambahan yang mendukung pembelajaran mereka. Selain itu, kehadiran di kelas membantu mahasiswa menjaga disiplin dan fokus selama semester berlangsung.

Variabel terakhir yang diteliti dalam penelitian ini yaitu kualitas tidur. Dalam hal ini, kualitas tidur dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Namun hasil penelitian menemukan bahwa variabel ini tidak signifikan mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Meskipun demikian, kualitas tidur yang baik cukup penting dalam mendukung konsentrasi, memori, dan produktivitas.

Dari penelitian ini, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat berguna untuk institusi pendidikan dan universitas, seperti mengadakan program pelatihan dan konseling yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk merancang tujuan akademik dan pribadi yang jelas, menawarkan pelatihan manajemen waktu melalui seminar atau aplikasi yang membantu mahasiswa mengatur jadwal mereka, dan memotivasi mahasiswa untuk hadir di kelas melalui program insentif.

Selengkapnya dapat diakses melalui https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.101258