UNAIR NEWS – Dokter hewan sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr drh Nusdianto Triakoso MP terpilih menjadi Ketua Asosiasi Kedokteran Interna Veteriner Indonesia (AKIVI) Periode 2023 – 2026.
Dr Nus mengatakan bahwa AKIVI merupakan Organisasi Non Teritorial (OHT). Organisasi yang terbentuk pada 2012 ini tidak memiliki organisasi cabang wilayah. “Jadi tidak ada pembagian setiap wilayah. AKIVI ini organisasi sesuai peminatan spesialisasi di seluruh Indonesia,” katanya. Dr Nus terpilih melalui metode aklamasi.
Pemilihan ketua terselenggara bersamaan dengan Musyawarah Nasional yang berlangsung setiap empat tahun sekali. Anggota dari asosiasi ini merupakan para dosen serta praktisi kedokteran hewan seluruh Indonesia dengan spesialisasi yang sama.
“Pergantian kepengurusan mengikuti lama waktu kepengurusan PB PDHI (Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia). Para anggota kami ini sama-sama fokus pada penyakit dalam,” tuturnya pada Rabu (20/12/2023).
Harmonisasi Mata Kuliah
Kegiatan yang AKIVI selenggarakan sangat beragam. Salah satunya adalah menjadi fasilitator dalam pertemuan dosen penyakit dalam veteriner seluruh Indonesia. Pada kegiatan salah satu yang menjadi pembahasan adalah kualitas pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran hewan.
“Kami membahas mengenai kendala dalam pembelajaran. Salah satu yang kami upayakan itu harmonisasi mata kuliah, membahas topik-topik untuk mahasiswa supaya harmonis antara FKH satu dengan lainnya,” terangnya.

Terlebih lagi mahasiswa kedokteran hewan menjalani proses perkuliahan dengan metode exit exam. Setelah melewati proses pendidikan, mereka harus lulus ujian terlebih dulu agar bisa menjadi dokter hewan. Oleh karena itu setiap FKH memiliki tanggung jawab melatih para mahasiswa agar siap menghadapi ujian tersebut.
“Meskipun kuliahnya bertahun-tahun tapi jika ujian tidak lulus maka tidak bisa menjadi dokter hewan,” terangnya.
Meningkatkan Kompetensi
Tak hanya itu saja, AKIVI memiliki program kerja lain seperti seminar dan pelatihan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, dosen, hingga praktisi kedokteran hewan. Tantangan yang akan Dr Nus hadapi dalam menahkodai AKIVI telah menanti.
Kendati demikian, ia menceritakan bahwa penataan kembali struktur organisasi dan anggota menjadi fokus utamanya. “Kami juga ingin mengembangkan brevet keahlian khusus. Ini yang membedakan dengan dokter hewan pada umumnya. Nantinya mereka akan mendapat gelar khusus. Kami akan rumuskan keahlian apa saja yang bisa terukur secara objektif nantinya,” tegasnya.
Penulis: Icha Nur Imami Puspita
Editor: Nuri Hermawan





