n

Universitas Airlangga Official Website

Dokter Umum Baru: Pasien adalah Guru Terbaik bagi Kami

Pelantikan Dokter Umum Baru Rabu (18/1) (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – “Pasien adalah guru terbaik bagi kami.” Itulah ungkapan yang disampaikan oleh dokter umum baru Indrianto Wiryo Pranoto, dr., ketika mewakili rekan-rekannya yang baru saja dilantik sebagai dokter umum baru, Rabu (18/1).

Pelantikan itu dilangsungkan setelah mereka menjalankan praktik pendidikan dokter muda selama dua tahun di Rumah Sakit Dr. Soetomo (RSDS). Selama dua tahun itu, Indrianto dan rekan-rekannya belajar melayani pasien di bawah bimbingan para konsulen di masing-masing departemen. Sebelumnya, mereka menjalani empat tahun pendidikan preklinik di program studi S-1 Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga.

Ungkapannya mengenai pasien adalah guru terbaik itu diperkuat juga oleh pernyataan Pimpinan Badan Layanan Umum RSDS dokter Harsono. Dalam sambutannya, ia mengingatkan kepada para dokter umum baru untuk senantiasa mengutamakan kepentingan pasien.

“Pasien harus mendapatkan pengetahuan terbaik dari kami (dokter, -red). Mereka berhak mendapatkan pelayanan berkualitas. Serta, agar para dokter umum baru ini memberikan hak-hak kesehatan pasien dalam bentuk pelayanan prima,” tutur dokter Harsono dalam Pelantikan Dokter Periode I tahun 2017 di Aula FK.

Dekan FK Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U, dalam sambutannya menerangkan, sejak satu abad berdirinya FK (sebelumnya dalam bentuk NIAS), FK UNAIR telah meluluskan sekitar sepuluh ribu mahasiswa didik. Menurut keterangan, jumlah dokter umum yang telah diluluskan FK berjumlah 9.765 orang hingga saat ini. Pada pelantikan kali ini, ada 14 dokter umum baru yang dilantik oleh Dekan FK.

Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, Ph.D., dr., Sp.PD., K-GH., FINASIM, yang juga hadir dalam acara pelantikan dokter berharap agar para dokter umum baru bisa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

“Agendakan juga untuk mengambil pendidikan spesialis, subspesialis, dan doktor untuk mengembangkan pendidikan kedokteran,” harap Djoko. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor: Binti Q. Masruroh