Universitas Airlangga Official Website

Dosen Ilmu Sejarah UNAIR Ikuti INACE Bawakan Isu Urban Heritage Surabaya

Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari SS MA Wakili Tim Paneleh dalam Ajang International Conference on Academic-Community Engagement (Foto: Dokumen Pribadi)

UNAIR NEWS – Civitas akademika Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan eksistensinya dalam bidang internasional. Kali ini, salah seorang dosen Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR, Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari SS MA mengikuti International Conference on Academic-Community Engagement (INACE). Acara ini berlangsung pada Selasa (29/8/2023) dan Rabu (30/8/2023) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Acara ini merupakan konferensi para akademia terkait community development yang berlangsung oleh World University Association for Community Development (WUACD) UNAIR, University Malaya, dan Ministry of Higher Education Malaysia. Terdapat dua jenis model presentasi yang para peserta lakukan, yakni, oral presentation menggunakan slide powerpoint atau presentasi menggunakan media poster.

Dalam hal ini, Ikhsan mempresentasikan projek bertajuk Urban Kampung Heritage: Case Study of Kampung Peneleh in Surabaya Indonesia. Ia mewakili tim community development Kampung Peneleh yang terdiri dari Lina Puryanti, SS MHum PhD (Wakil Dekan FIB UNAIR). Adrian Perkasa SHub Int SHum MA (Dosen Prodi Ilmu Sejarah). Rohman Obet SHum (Staff FIB UNAIR), Rita Pandanwangi ST MA PhD (Associate professor at Singapore University Social Science). Awang Firmansyah, SOr MKes (Head Community Center at Universitas Negeri Surabaya).

Kampung Peneleh

Ikhsan menjelaskan bahwa gagasan ini merupakan wujud pemberdayaan Kampung Peneleh sebagai tempat yang bernilai bersejarah di Surabaya. Lokasi ini menjadi tempat menimba ilmu Ir Soekarno dan tokoh-tokoh bangsa Indonesia lainnya, serta lokasi ini juga menjadi lokasi pemakaman para tokoh kolonial Belanda. Selain itu, terdapat beberapa penemuan bangunan bersejarah lainnya seperti masjid, seperti, Masjid Jami’ yang Sunan Ampel ampel, Sumur Jobong, Langgar Dukur, dan lainnya.

Kekayaan penemuan sejarah di kawasan Peneleh menjadikan kampung ini sebagai heritage Pemerintah Kota Surabaya. Sehingga, perlunya pemberdayaan masyarakat Peneleh agar dapat memberikan manfaat sebagai laboratorium belajar sejarah dan peradaban.

Menurut Ikhsan mengikuti acara konferensi seperti ini sangat penting, demi penyebarluasan keilmuan. Dalam hal ini para peserta konferensi akan mendapatkan insight baru mengenai community development dan lebih aware dengan pemberdayaan masyarakat.

“Saya berharap program ini juga mampu memberikan kebermanfaatan bagi banyak pihak, khususnya menyangkut kesejahteraan masyarakat Peneleh,” ungkap Ikhsan pada akhir sesi wawancara.

Penulis: Aidatul Fitriyah

Editor: Binti Q Masruroh