Universitas Airlangga Official Website

Dosen Leiden University Sampaikan Pentingnya Paham Sejarah Perekonomian Indonesia

Rizal Shidiq menyampaikan materi kepada peserta kuliah tamu

UNAIR NEWSUniversitas Airlangga sedang mendapatkan banyak tamu dari Leiden University. Kali ini, Dr Rizal Shidiq sebagai University Lecturer at Leiden University, Institute for Area Studies membawakan materi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR. Materi tersebut tentang Why are Indonesian Economic History Studies Really Interesting? di gedung FEB Kampus Dharmawangsa-B UNAIR pada Senin (8/5/2023).

Rizal mengatakan bahwa topik itu menarik untuk dibahas karena dua hal. Pertama, menarik untuk mengetahui hal-hal yang terjadi seputar perekonomian termasuk perkembangannya di masa lalu. Kedua, menarik untuk mengetahui pengaruh peristiwa sejarah di masa lalu terhadap perkembangan ekonomi saat ini.

Perekonomian Indonesia selama Kolonialisme

Untuk itu, dosen kelahiran Indonesia ini ingin berfokus pada peristiwa besar yang banyak terjadi pada masa lalu, yaitu kolonialisme. Terdapat banyak karya sejarah yang dapat menjelaskan sejarah perekonomian Indonesia. 

Pertama, A History of Modern Indonesia Since 1200 oleh M.C. Ricklefs. Kedua, The Indonesian Economy in the Nineteenth and Twentieth Centuries; A History of Missed Opportunities oleh Anne Booth. Ketiga, The Emergence of A National Economy; An Economic History of Indonesia, 1800-2000 oleh Howard Dick, dkk. Keempat, An Economic History of Indonesia 1800-2021 karya Jan Luiten van Zanden and Daan Marks.

Selain itu, pemerintahan Hindia Belanda juga menghasilkan banyak data pada aspek perekonomian. Data-data tersebut umumnya, seperti aspek produksi dan harga, neraca pembayaran, dan laporan statistik pemerintah atau catatan administrator lokal. Semua data itu tersedia di Leiden dan ANRI.

“Tapi itu (data-data, Red) tidak dirancang sebagai indikator modern pembangunan ekonomi,” singkat Rizal.

Dampak Kolonialisme

Dampak kolonialisme pada pembangunan ekonomi Indonesia saat ini dapat dilihat dari institusi negaranya. Rizal menjelaskan bahwa income (pendapatan) pengaruhnya dari factor endowments dan productivity. Adapun productivity dipengaruhi dari institutions (institusi). Institusi inilah yang dapat dipengaruhi peristiwa bersejarah, khususnya pada masa Hindia Belanda. 

Suatu karya dari La Porta dkk. tahun 1997-1998 dapat menjelaskan hal tersebut. Penjajah Eropa menerapkan sistem hukumnya pada negara-negara jajahannya. Karena Indonesia banyak dijajah oleh Belanda, pemerintahan saat itu menerapkan continental civil law. Dengan sistem hukum tersebut, pemerintah Hindia Belanda memberikan perlindungan pada investor sehingga ini mempengaruhi perekonomian Indonesia saat ini.

Selain itu, sistem tanam paksa yang terjadi pada 1830-1870 di Jawa juga memiliki korelasinya dengan perekonomian saat ini. Pemerintah Hindia Belanda banyak memaksa petani untuk mengolah gula melalui proses dari pabrik-pabrik terdekat di sepanjang pantai utara Jawa. Inilah yang membuat daerah sekitar Jawa Timur banyak dijumpai pabrik-pabrik gula serta perkebunannya.

Selain sistem tanam paksa, ada juga peristiwa besar lainnya yang mempengaruhi perekonomian saat itu hingga saat ini. Beberapa di antaranya, seperti kebijakan politik etis tahun 1901 dan great depression tahun 1930.

Sebagai penutup, Rizal menyampaikan bahwa selain untuk mengetahui kejadian di masa lalu, sejarah ekonomi Indonesia juga dapat membantu dalam memahami beberapa masalah kelembagaan saat ini yang menghambat pembangunan ekonomi. Untuk itu, perlu memperbanyak studi tentang sejarah ekonomi Indonesia.

“Kami membutuhkan lebih banyak pelajar Indonesia untuk mempelajari sejarah ekonomi Indonesia,” harapan Rizal. (*)

Penulis: Muhammad Fachrizal Hamdani

Editor: Binti Q. Masruroh