UNAIR NEWS – Mampu berbahasa asing merupakan bentuk upaya merangkul keseimbangan akademik serta meningkatkan wawasan global bagi mahasiswa. Apalagi, kebutuhan penguasaan bahasa Mandarin semakin meningkat.
Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa (Hima) Pengobat Tradisional (Battra) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (FV UNAIR) menggelar Mandarin Class Workshop pada Sabtu-Minggu (5-6/6/2021) via Zoom.
Dengan mengusung tema ‘’Basic Knowledge of Mandarin Language’’, workshop ini menjadi stimulan awal mengenal manfaat dan pentingnya mempelajari bahasa Mandarin di era milenial.
Tika Widiastuti, SE., M.Si. Wakil Dekan I FV UNAIR menyampaikan bahwa bahasa Mandarin telah menyentuh sektor ekonomi. Terutama etnis Tionghoa yang kerap kali dikenal jiwa bisnisnya yang telah menyebar di seluruh dunia.
‘’Bahasa Mandarin menjadi bahasa nomor dua di dunia yang banyak digunakan oleh etnis Tionghoa,’’ ucap Tika. Tak ayal, Negara Tiongkok merupakan salah satu negara superior di bidang perekonomian dunia.
Workshop tersebut menghadirkan Muhammad Farhan Masrur, S.Pd., M. TCFL. dosen Bahasa dan Sastra Mandarin Universitas Negeri Surabaya sebagai speaker dan dipandu oleh kedua moderator mahasiswi Pengobat Tradisional 2019 Fadlila Ilmi Zarkasi dan Linggop Taruli Dame.
Farhan menyampaikan banyak informasi mengenai bahasa Mandarin, mulai dari kosa kata, dasar-dasar bahasa, hingga cara pengucapannya. Ia mengemas atmosfer suasana menjadi sangat interaktif. Untuk seorang pemula pun tidak begitu berat, sebab ia membimbing dan melempar pertanyaan ke peserta dengan telaten.
Dalam sambutannyanya, Myrna Adianti, S.Si., M.Kes., Ph.D. selaku Kepala Prodi D3 Battra juga mengajak para mahasiswa agar senantiasa membersamai proses belajar bahasa secara berkelanjutan.
“Belajar bahasa memang tidak bisa satu atau dua hari, setidaknya sekarang bisa tau triknya, bagaimana cara melafalkan yang baik. Ini hanya sebagai langkah awal yang ke depannya harus dilanjut,’’ pesannya.
Sebagai informasi, workshop dihadiri sebanyak 106 peserta dengan antusias yang luar biasa. Ditandai dengan keaktifan para peserta dalam merespon challenge dari speaker. (*)
Penulis : Virayah Lulut Santosa
Editor : Binti Q. Masruroh





