Universitas Airlangga Official Website

Dosen UNAIR Edukasi Siswa SMAM 1 Gresik tentang Pencegahan Cyberbullying

Penyerahan hadiah apresiasi kepada siswa poster terbaik. (Foto: Istimewa)
Penyerahan hadiah apresiasi kepada siswa poster terbaik. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dosen Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyalurkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat dalam lingkup yang lebih luas. Kali ini, inisiatif tersebut datang dari dosen program studi Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR. Mereka mengadakan kegiatan edukatif pencegahan cyberbullying kepada siswa Sekolah Menengah Atas  Muhammadiyah 1 Gresik pada Rabu (19/11/2025) dalam bentuk seminar dan lomba poster. 

Kegiatan seminar dan lomba poster tersebut mengangkat topik utama pencegahan perundungan di dunia maya (anti-cyberbullying). Almira Fidela Artha SS MHum, selaku perwakilan dosen, mengatakan kegiatan ini tercetus atas kekhawatiran terhadap maraknya kasus cyberbullying dalam lingkungan pelajar tingkat SMA. 

“Sekalipun hal tersebut sudah banyak terjadi, tetapi awareness mengenai ciri-ciri, dampak, dan cara penanganannya masih cukup terbatas,” ungkapnya.

Beberapa pihak terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Meliputi dosen-dosen FIB sebagai pemateri dan moderator serta mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris sebagai komite acara. Dalam agenda seminar, hadir tiga dosen yang memaparkan materi, yaitu Drs Jurianto MEd, Dr Lilla Musyahda Dra MPd, dan Prof Dr Ni Wayan Sartini MHum.

Sementara itu, Drs Jurianto MEd membawakan materi berjudul Klik dengan Logika: Mengasah Berpikir Kritis di Internet. Secara garis besar, Drs Jurianto membahas tentang cara mengasah kemampuan berpikir kritis serta bijak dalam menggunakan internet. Sementara itu, pemateri kedua, Dr Lilla Musyahda Dra MPd, menyoroti perihal ujaran kebencian di internet. Ia menjelaskan definisi ujaran kebencian sekaligus cara melawannya. 

Berbeda dengan dua pemateri sebelumnya yang lebih berfokus mengedukasi siswa, Prof Dr Ni Wayan Sartini MHum justru memaparkan pentingnya campur tangan orang tua dan guru dalam upaya pencegahan perundungan di dunia maya. Prof Wayan menekankan bahwa orang tua dan guru memiliki peran krusial dalam membesarkan, mengawasi, dan mendidik siswa, khususnya pada ranah digital. 

 Jajaran dosen, mahasiswa, dan guru SMAM 1 Gresik. (Foto: Istimewa)

Salah satu komite acara, Naura Nabila Muttaqin mengungkap bahwa kegiatan seminar dan lomba poster tersebut mendapat sambutan hangat dari siswa maupun guru SMAM 1 Gresik. 

“Ada banyak siswa yang aktif bertanya setelah sesi seminar usai. Tak hanya itu, ada pula guru yang memberikan pertanyaan. Saat kuis, seluruh siswa juga antusias untuk menjawab,” ujarnya.

Selain seminar, siswa-siswi SMA tersebut juga menyusun poster dengan kompetitif dan kreatif. Dosen Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR menyediakan hadiah apresiasi kepada tiga siswa dengan karya terbaik. 

Pada akhir, Almira berharap kegiatan edukatif semacam ini dapat berkelanjutan dan menjangkau masyarakat yang lebih luas. “SMAM 1 gresik merupakan gerbang awal mengenai kampanye anti cyberbullying ini. Besar harapan kami semua anak, guru, dan orang tua di Indonesia selalu bisa untuk bijak berbahasa, beraksi dengan santun dan empati,” pungkasnya.

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Khefti Al Mawalia