Universitas Airlangga Official Website

Duka Anak dan Remaja, Kajian Bibliometrik Ungkap Kesenjangan Riset Global

Sumber: Humas Indonesia
Sumber: Humas Indonesia

Duka atau kehilangan bukan hanya persoalan orang dewasa. Anak-anak dan remaja juga menghadapi kesedihan mendalam saat kehilangan orang terkasih. Namun sayangnya, kajian ilmiah tentang duka pada kelompok usia ini masih sangat terbatas. Melalui pendekatan bibliometrik terhadap 1.436 publikasi ilmiah dari database Scopus, studi terbaru ini mengungkap tren dan kesenjangan penelitian terkait duka anak dan remaja dari tahun 1960 hingga 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar riset masih didominasi oleh negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat, dan hanya sedikit studi yang secara spesifik meneliti pengalaman kehilangan pada bayi, balita, atau anak prasekolah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap isu duka anak dan remaja terus meningkat, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 6,49%. Namun, sebagian besar artikel masih terfokus pada topik-topik seperti kematian orang tua, dampak psikologis, serta intervensi dukungan duka seperti terapi seni, konseling, dan terapi keluarga. Temuan juga menunjukkan bahwa sebagian besar publikasi masih berasal dari jurnal-jurnal spesifik seperti Death Studies, sementara isu penting lainnya seperti penyalahgunaan zat pascakehilangan, dampak pandemi COVID-19, hingga kesehatan mental belum cukup tergali. Padahal, duka yang tidak ditangani secara tepat pada anak dapat berujung pada gangguan psikologis jangka panjang, termasuk depresi, kecemasan, dan penarikan sosial.

Melalui pemetaan kata kunci dan jaringan penulis, kajian ini mengidentifikasi enam tema utama dalam penelitian duka anak dan remaja: penyebab kehilangan, kehilangan manusia, gejala terkait, intervensi duka, faktor terkait, dan aspek psikologis. Sayangnya, topik-topik seperti kehilangan akibat kekerasan, bencana, perceraian, atau trauma masih belum banyak diteliti. Begitu juga dengan strategi penanganan duka berbasis budaya lokal, yang justru sangat relevan di banyak negara berkembang. Hal ini menandakan pentingnya mendorong penelitian lintas budaya dan kerja sama internasional yang lebih luas, termasuk dari Asia dan Afrika, guna merespons kebutuhan anak dan remaja yang berduka secara lebih inklusif dan kontekstual.

Penelitian ini menegaskan urgensi integrasi pendidikan tentang kehilangan dan duka dalam kurikulum tenaga kesehatan, serta pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara praktisi kesehatan, pendidik, dan keluarga. Dengan memanfaatkan temuan dari analisis bibliometrik ini, diharapkan para peneliti dan pembuat kebijakan dapat mengembangkan program intervensi yang lebih adaptif dan berbasis bukti untuk mendukung anak-anak dan remaja yang mengalami duka. Masa depan kesehatan mental generasi muda kita sangat bergantung pada bagaimana kita merespons kehilangan mereka hari ini.

Penulis: Hidayat Arifin

Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga

Sumber:

Kustanti, C. Y., Wiratama, B. S., Arifin, H., Efendi, D., Palupi, E., Sari, I. Y., … & Yunitri, N. (2025). Bereavement on children and adolescents: A bibliometric study. Children and Youth Services Review, 108324. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2025.108324