UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga turut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu rutin di Desa Nogosari. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan ibu, anak, dan lansia. Posyandu dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Nogosari, dan diikuti oleh sekitar 30–40 warga setempat.
Rangkaian kegiatan Posyandu meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, serta lingkar lengan. Mahasiswa BBK 7 berperan aktif dalam membantu pelaksanaan pemeriksaan sekaligus mendampingi warga selama kegiatan berlangsung.
Pentingnya Pemantauan Kesehatan Berkala
Selain membantu teknis pelaksanaan, mahasiswa BBK 7 juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala. Edukasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu dan anak, akan pentingnya pemeriksaan rutin sebagai upaya pencegahan dini terhadap berbagai permasalahan kesehatan.
Kegiatan Posyandu ini memiliki kontribusi yang signifikan dalam upaya menjaga kualitas kesehatan masyarakat Desa Nogosari. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peran Mahasiswa dalam Mendampingi Pelaksanaan Posyandu

Mahasiswa BBK 7 Desa Nogosari mendampingi pelaksanaan kegiatan Posyandu kader posyandu setempat. (Foto: Dok. Tim)
Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga berperan penting dalam mendukung kelancaran kegiatan Posyandu. Mereka terlibat dalam tahap persiapan, berkoordinasi dengan kader Posyandu, serta memberikan pendampingan langsung selama proses pemeriksaan kesehatan berlangsung. Kehadiran mahasiswa membantu mengoptimalkan alur kegiatan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan lebih tertib dan efektif.
Salah satu kader Posyandu Desa Nogosari menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa BBK sangat membantu jalannya kegiatan. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya mahasiswa. Pelayanan menjadi lebih tertata, dan para orang tua merasa lebih nyaman karena mendapatkan arahan yang jelas,” ujarnya.
Tantangan dan Solusi dalam Pelaksanaan Posyandu
Meskipun kegiatan berjalan dengan lancar, masih terdapat beberapa kendala, salah satunya adalah ketidakhadiran sebagian warga akibat keterbatasan waktu dan kesibukan. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa BBK 7 berencana menyusun jadwal kegiatan yang lebih teratur serta menyampaikan informasi lebih awal kepada masyarakat agar partisipasi warga dapat meningkat. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari serta berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar.





