Genangan banjir sudah menjadi fenomena tahunan yang dialami oleh warga RT 02 di Kelurahan Pekauman. Fenomena ini terjadi ketika curah hujan tinggi, sistem drainase yang buruk, kondisi lingkungan pemukiman, dan sampah yang menyumbat menyebabkan air sungai meluap dan berimbas ke pemukiman warga. Adanya kejadian ini, menggerakkan Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK 7) Universitas Airlangga Kelurahan Pekauman melakukan program sosialiasi pencegahan banjir bertajuk “GEMA SIAGA”
Gerakan Masyarakat Siaga Bencana “GEMA SIAGA” berlangsung pada Selasa (27/01/2026) yang diikuti oleh Ketua RT, Ketua RW, dan Kader Kelurahan. Program kerja ini dirancang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 11 yaitu Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Pemilihan audience ini ditujukan langsung kepada para warga karena dinilai relevan dengan apa yang dialami para warga di Kelurahan Pekauman.

Implementasi SDGs 11 – Kota dan Komunitas Berkelanjutan
Program kerja ini berlangsung dengan menggunakan metode sosialisasi dan pemaparan materi secara langsung kepada para warga, khususnya warga RT 02 yang secara langsung terdampak banjir ketika musim hujan. Isi dari sosialisasi ini yaitu terkait penyebab banjir, upaya pencegahan banjir, bahaya banjir dan menginformasikan nomor darurat yang dapat dihubungi ketika terjadi banjir.
Materi yang disampaikan diperluas dengan menekankan dampak bahaya banjir terhadap kesehatan para warga. Dalam sosialisasi ini menjelaskan bahwa banjir dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit kulit, diare, leptospirosis, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan juga Infeksi Saluran Pernapsan Akut (ISPA). Dengan adanya fakta ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran warga untuk selalu peduli terhadap lingkungan sekitar mereka, terutama di Kelurahan Pekauman.
Sharing Session dan Open Discussion
Kegiatan sosialisasi banjir ini dilengkapi dengan sesi sharing sesama warga untuk mencari solusi penyelesaian masalah banjir tahunan ini. Para warga dengan aktif menyampaikan masing-masing pendapatnya untuk mengatasi masalah banjir, seperti gotong royong untuk membersihkan sungai hingga memberikan usulan kepada pemerintah setempat untuk memperbaiki fasilitas yang diperlukan.
Warga senantiasa berbagi pengalamannya pada saat terjadi banjir pada saat musim hujan. Pada kesempatan ini, warga juga menyampaikan bahwa penanganan pasca banjir oleh pemerintah setempat masih belum maksimal. Penanganan tersebut terkait dengan dampak masalah kesehatan yang mungkin terjadi. Perlu diadakan fogging untuk area rumah warga yang terdampak banjir untuk upaya pencegahan penyakit DBD.
“Kami mungkin tidak menyediakan solusi bagi para warga di Kelurahan Pekauman, namun kami membantu warga untuk semakin sadar terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar, seperti tidak membuang sampah ke sungai,” jelas Shyerin selaku penanggung jawab program kerja “GEMA SIAGA” ini .
Kegiatan dari program kerja ini mendukung Kota dan Komunitas Berkelanjutan karena membantu warga semakin peduli terhadap lingkungan, sehingga di masa depan diharapkan tidak ada lagi kejadian banjir.
Penulis : Shyerin Debby





