UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) yang bertugas di Desa Lawanganagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi cegah stunting dengan nama kegiatan CEGAH STUNTING (Cerdas Gizi Anak dan Ibu untuk Generasi Sehat). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa KKN BBK 7 Lawanganagung di bidang garap kesehatan. Tujuan kegiatan ini Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil serta ibu balita mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan stunting, sehingga dapat mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan “CEGAH STUNTING (Cerdas Gizi Anak dan Ibu untuk Generasi Sehat)” terselenggara pada Kamis (15/01/2026) bertempat di salah satu rumah kader posyandu yakni Ibu Sumining bertepatan pada jadwal posyandu pada bulan Januari.
Permasalahan Stunting dan Upaya Pencegahan di Desa
Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu balita, dan balita mengikuti kegiatan “CEGAH STUNTING (Cerdas Gizi Anak dan Ibu untuk Generasi Sehat)”. Kegiatan ini meliputi sosialisasi pemaparan materi, pembagian dan pembacaan brosur pencegahan stunting, serta pelaksanaan pretest dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman ibu hamil dan ibu balita mengenai pentingnya pencegahan stunting.
Program ini dilatarbelakangi oleh adanya risiko stunting pada ibu hamil dan balita yang dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mengenai gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, dan MP-ASI yang tepat. Informasi kesehatan yang belum dipahami secara optimal berdampak pada pola asuh dan pola makan anak. “Kami melihat perlunya edukasi berkelanjutan melalui media yang sederhana dan mudah dipahami agar pesan pencegahan stunting dapat tersampaikan dengan baik,” ujar tim. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Konsep Edukasi Pencegahan Stunting
Program edukasi stunting dilaksanakan melalui media poster dan brosur sebagai sarana penyampaian informasi kesehatan yang mudah dipahami masyarakat. Poster memuat informasi umum mengenai stunting, sedangkan brosur berisi materi praktis tentang gizi seimbang, ASI eksklusif, dan MP-ASI sesuai usia anak. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama kader posyandu dan bidan desa, serta pelaksanaan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal peserta. Poster dan brosur kemudian dibagikan saat kegiatan posyandu disertai penjelasan singkat dan sesi tanya jawab. Salah satu kader posyandu mengujar bahwa media poster dan brosur sangat membantu ibu hamil dan ibu balita dalam memahami materi pencegahan stunting. Setelah kegiatan edukasi, peserta diberikan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Bidan desa mengujar bahwa kegiatan ini memperkuat pemahaman ibu hamil dan ibu balita mengenai gizi dan pola asuh yang tepat sebagai langkah pencegahan stunting. Hasil perbandingan pretest dan post-test digunakan sebagai indikator keberhasilan program. Berita ini mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat Sejahtera).
Penulis : Mahasiswa BBK 7 Desa Lawanganagung
Editor : Mahasiswa BBK 7 Desa Lawanganagung





