Universitas Airlangga Official Website

Dukungan dan Komitmen jadi Kunci Utama Delegasi UNAIR Raih Penghargaan KDMI

Muhammad Narendra Putra Nazar (kiri), Najwa Latifah (tengah) dan Mochamad Rafi Pratama Hariyanto Putra (kanan), delegasi UNAIR yang raih penghargaan KDMI (Foto: Dok. Narasumber)
Muhammad Narendra Putra Nazar (kiri), Najwa Latifah (tengah) dan Mochamad Rafi Pratama Hariyanto Putra (kanan), delegasi UNAIR yang raih penghargaan KDMI (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Kabar membanggakan datang dari delegasi mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Para Ksatria Airlangga tersebut berhasil meraih prestasi dalam ajang debat bergengsi di bawah naungan Ditjen Belmawa Kemdiktisaintek, Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI). Puncak penghargaan atas prestasi tersebut berlangsung pada Jumat (24/10/2025) di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Dalam ajang KDMI, mahasiswa UNAIR meraih penghargaan sebagai Juri Institusi (N1) Terbaik I kategori Utama (keseluruhan) atas nama Muhammad Narendra Putra Nazar (FISIP). Selain itu, delegasi KDMI UNAIR yang terdiri dari Mochamad Rafi Pratama Hariyanto Putra (FK) dan Najwa Latifah (FISIP) juga menduduki posisi sebagai semifinalis.

Dosen Pembina UKM Airlangga Debating Society (ADS), Usma Nur Dian Rosyidah SS MA menyampaikan rasa bangganya atas capaian ini. Dosen yang membimbing dan mendampingi delegasi itu menyebut, KDMI merupakan sebuah kompetisi mahasiswa bergengsi di Indonesia. KDMI setara dengan kompetisi-kompetisi lain di bawah naungan Ditjen Belmawa Kemendiktisaintek.

“KDMI bermula dari belum adanya suatu wadah untuk mengumpulkan debater dalam sebuah kompetisi berskala nasional. Sehingga, mulai tahun 2018 Kementerian membuat event KDMI untuk debat bahasa Indonesia. Sebelumnya, sejak tahun 2008, Kementerian telah mewadahi talenta debat Bahasa Inggris melalui NUDC (National University Debating Championship). Kompetisi ini setara dengan berbagai kompetisi Belmawa lain yang terselenggara rutin setiap tahun. Seperti PKM, PPK Ormawa, KBMK, dan lain-lain,” jelasnya.

Dian, sapaan akrabnya, bercerita bahwa UNAIR terkenal sebagai perguruan tinggi yang memiliki track record unggul dalam ajang debat. Capaian tersebut tidak lepas dari perjalanan panjang yang dibangun sejak awal diselenggarakannya lomba debat untuk mahasiswa tingkat nasional. Berawal dari turun dan berprestasi di kompetisi kategori Novice (pratama), hingga saat ini tim debat UNAIR menjadi salah satu kekuatan di kategori Open (Utama).

Ia berharap delegasi KDMI UNAIR terus mengembangkan potensinya dan dapat meningkatkan track record sebagai debater secara berkelanjutan. “Bisa dibilang, menjadi semifinalis itu merupakan prestasi tinggi dalam ajang debat. Karena debat itu juga dinilai berdasarkan portofolio, baik sebagai debater maupun N1 (juri, red). Dan alhamdulillah tahun ini kami menjadi semifinalis, semoga tahun depan bisa menjadi grand finalis,” ujarnya Dosen FIB UNAIR itu.

Meski meraih posisi membanggakan, perjalanan delegasi KDMI UNAIR tentu tidak terlepas dari tantangan. Namun, dengan strategi matang dan komitmen bersama, mereka dapat melalui semua tahapan dengan optimal. Mochamad Rafi Pratama Hariyanti Putra menuturkan bahwa pembagian waktu antara jadwal kuliah dan persiapan debat menjadi salah satu hal krusial.

“Namun, dari pengalaman kami, kami menanggulangi masalah itu dengan berkoordinasi di Google Calendar. Sehingga, tidak ada anggota yang tertinggal, dan tentunya juga menyesuaikan dengan kalender pribadi untuk menyesuaikan diri,” katanya.

Senada dengan Rafi, Muh. Narendra Putra Nazar menyebut bahwa terlepas dari kesibukan, komitmen dan latihan menjadi strategi penting. “Saya rasa semua orang di delegasi punya kesibukan masing-masing. Tapi yang penting adalah komitmen untuk latihan, misi yang kuat dan belajar berlatih semaksimal mungkin namun efektif, juga menjaga komunikasi dengan delegasi lain,” sambungnya.

Sementara itu, Najwa Latifah yang juga merupakan perwakilan delegasi KDMI menambahkan bahwa strategi utama yang ia jalankan adalah tetap berusaha mengeluarkan seluruh potensi. “Mungkin kalau hasilnya enggak memuaskan, kita harus lihat bahwa di situ selalu ada peluang untuk memperbaiki diri. Kemudian menyeimbangkan partner kita kalau misal dalam kondisi fisik dan mental yang sudah siap,” imbuhnya.

Peraih Juri Institusi (N1) Terbaik 1, Mochammad Narendra Putra Nazar menuturkan bahwa UNAIR senantiasa mendukung dan memfasilitasi delegasi debat dalam segala hal. Mulai dari pendanaan, pelatihan, hingga dukungan non-material. Menurutnya, dukungan tersebut dapat membuat tim lebih fokus dalam menghadapi kompetisi.

“Dengan fasilitas ini, apa yang kita rasakan adalah kita difasilitasi dan mendapatkan dukungan seperti coaching dan lainnya. Sehingga kita bisa lebih fokus pada lomba,” ucapnya. Naren berharap, dukungan dan fasilitas yang telah UNAIR berikan hingga saat ini bisa terus meningkat. “Harapannya, dukungan seperti ini dan pendampingan yang ada bisa berlanjut dan bisa lebih baik ke depan sehingga kita bisa memberikan performa terbaik,” tegasnya.

Penulis: Yulia Rohmawati