Universitas Airlangga Official Website

Edukasi Pemanfaatan Laserpunctur di Desa Kebobang Malang

Kegiatan pengabdian masyarakat prodi D3 Paramedis Veteriner UNAIR di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Malang pada Jumat (28/7/2023).
Kegiatan pengabdian masyarakat prodi D3 Paramedis Veteriner UNAIR di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Malang pada Jumat (28/7/2023).

UNAIR NEWS – Program studi D3 Paramedik Veteriner Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Jumat (28/7/2023). Kegiatan pengmas kali ini mengambil tajuk Pemanfaatan Teknologi Laserpunctur untuk Meningkatkan Berat Badan dan Kualitas Kesehatan Kambing Burja Pasca Pandemi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Navy Edu Farm Lawang.

Pengmas fokus pada pemanfaatan teknologi laserpunctur untuk memaksimalkan aktivitas peternakan domba. Kunjungan ke Navy Edu Farm yang berlokasi di Kecamatan Lawang, Malang, mengawali acara pengmas.

“Kami kunjungan ke Navy Edu Farm Lawang untuk memberikan treatment laserpunctur dan pemeriksaan kesehatan domba,” terang Rizqon Ainur Nuril Fahmi, salah satu panitia kegiatan.

Berikan Sosialisasi pada Peternak Domba

Usai melakukan kunjungan ke Navy Edu Farm, lanjut dengan sosialisasi kepada peternak domba di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Malang. Hadir dalam acara itu 50 peternak domba di Desa Kebobang, organisasi Domba Dorsip, dan sejumlah perangkat desa di Desa Kebobang.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling warga Desa Kebobang tunggu. Adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan peternak dan dapat menjadikan solusi yang baik pasca pandemi PMK ini,” tutur Kepala Desa Kebobang saat membuka acara sosialisasi.

Dr Miyayu Soneta Sofyan drh MVet dan Dr Dony Chrismanto drh MSi selaku staf pengajar prodi D3 Paramedik Veteriner UNAIR memberikan materi sosialisasi. Materinya yaitu fokus pada pengertian, manfaat, tujuan, hingga cara penanganan teknologi laserpunctur. Tak hanya itu, para peternak juga mendapat bekal informasi mengenai kesehatan hewan dan beberapa alternatif pengobatan tradisional untuk PMK.

“Pandemi PMK ini memberikan dampak mental yang sangat signifikan terhadap dunia peternakan khususnya para peternak. Harapannya, inovasi laserpunctur dapat membangkitkan kembali semangat peternak untuk terus mengupayakan yang terbaik baik ternaknya,” tutur Dr Miyayu Soneta Sofyan drh MVet saat penyampaian materi.

Setelah pemaparan materi, acara lanjut dengan demonstrasi teknologi laserpunctur dengan menggunakan domba yang berusia dua bulan. Laser ditembakkan pada domba dengan kekuatan 4 joule selama 4-5 detik. Titik penembakan antara lain jantung, paru-paru, lambung kanan dan kiri, serta leher bawah telinga.

Peternak di Desa Kebobang menyambut dengan antusias pengmas tersebut. Banyak di antara para peternak yang bertanya seputar materi-materi yang pembicara sampaikan. Kegiatan itu nantinya diharapkan dapat memberikan efek signifikan pada ternak pasca pandemi PMK sehingga angka produksi ternak dapat meningkat kembali. (*)

Penulis: Agnes Ikandani

Editor: Binti Q. Masruroh