UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga melaksanakan workshop pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi untuk warga Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Workshop ini dilaksanakan di balai desa pada Rabu (14/1/2026) dan diikuti oleh 28 warga yaitu ketua serta anggota penggerak ibu-ibu PKK. Workshop ini dilatar belakangi oleh permasalahan lingkungan yang sering terjadi, yaitu kebiasaan masyarakat membuang minyak bekas secara sembarangan ke saluran air maupun wastafel. Kebiasaan tersebut dilakukan secara berulang-ulang sehingga berpotensi menyebabkan penyumbatan saluran, pencemaran air, serta menurunkan kualitas kebersihan lingkungan pemukiman.
Selama kegiatan berlangsung, warga mengikuti kegiatan dengan antusias dan mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya proses pemurnian minyak serta pemilihan bahan yang tepat agar hasil lilin menjadi lebih baik. Salah satu warga menyampaikan bahwa sebelumnya minyak bekas selalu dibuang sembarangan, namun kini mengetahui bahwa minyak jelantah dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Secara umum, kegiatan ini meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang kegiatan produktif di rumah, sehingga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Selain praktik pembuatan lilin, warga juga mendapat penjelasan tentang cara menghitung biaya pembuatan atau Harga Pokok Produksi (HPP) serta cara mengetahui titik balik modal atau Break Even Point (BEP). Melalui contoh sederhana, warga belajar menghitung kebutuhan bahan, biaya produksi, menentukan harga jual, serta memperkirakan keuntungan. Dengan adanya edukasi ini, warga diharapkan tidak hanya bisa membuat produk, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih terencana.
Pada sesi berikutnya, warga diperkenalkan dengan cara membuat toko online melalui akun Shopee. Warga belajar membuat akun, mengunggah foto produk, menulis keterangan produk, hingga memahami cara menerima dan mengelola pesanan. Pengenalan pemasaran online ini diharapkan dapat membantu warga menjangkau pembeli lebih luas, tidak hanya di lingkungan sekitar desa.
Sebagai penilaian kegiatan, sebanyak 25 warga telah mengisi post-test. Hasil post-test tersebut menunjukkan bahwa seluruh warga setuju minyak jelantah dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai jual dan tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat mencemari lingkungan. Warga juga mulai memahami cara menghitung HPP dan BEP serta langkah awal membuat toko online melalui Shopee.
Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dengan fokus utama pada SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan UMKM. Program ini juga didukung oleh SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan sebagai dampak sosial, peningkatan edukasi, perbaikan kesehatan lingkungan, dan penguatan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Penulis: Bening Rachma Yulia





