UNAIR NEWS – EmpowHER the Future: Redefining Leadership Across Fields diselenggarakan pada Minggu (2/11/2025). Acara ini merupakan kolaborasi antara 180 Degrees Consulting Universitas Airlangga dan Institut Pertanian Bogor. Tujuannya adalah memperkuat semangat kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan muda agar berani berkontribusi di berbagai bidang profesional yang menuntut inovasi dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan berlangsung interaktif dan diikuti ratusan peserta dari berbagai universitas. Mereka antusias memperluas wawasan tentang kepemimpinan lintas sektor serta menyiapkan diri menghadapi tantangan karier masa depan.
Makna Kepemimpinan di Era Modern
Catherine Harijanto, Director of Strategy & Growth 180 Degrees Consulting Universitas Airlangga, membuka kegiatan dengan sambutan inspiratif. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak harus kaku atau satu arah. Seorang pemimpin sejati juga harus empatik, kreatif, dan berani menghadapi perubahan yang terus berkembang di dunia kerja modern.
Menurutnya, keberanian perempuan untuk memimpin dengan gaya autentik menjadi hal penting. Ia juga mengutip Little Women karya Louisa May Alcott, “Saya tidak takut pada duri, tetapi saya sedang belajar mengarungi kapal saya sendiri.” Bagi Catherine, kalimat itu menggambarkan perjalanan mahasiswa yang masih belajar menavigasi hidupnya.
Ia berharap EmpowHER dapat menjadi ruang aman bagi peserta untuk menemukan arah dan potensi diri. Catherine juga mendorong peserta untuk aktif mencatat, berdiskusi, serta membangun jejaring setelah acara. Menurutnya, belajar dari pengalaman orang lain dapat membuka cara baru dalam menghadapi tantangan kepemimpinan masa kini.
Perempuan dan Tantangan di Dunia Tambang
Sesi pertama dipandu oleh moderator Alivia Rahmanita dari Colgate-Palmolive. Narasumbernya adalah Savirah Vivian Rezalia, HSE Supervisor di PT Marina Bara Lestari (HARITA Group). Ia berbagi pengalaman bekerja di industri tambang yang penuh risiko dan tantangan.
“Motivasi saya sederhana. Saya ingin setiap orang pulang dengan selamat. Dunia tambang keras, tapi di situ saya belajar tanggung jawab dan keberanian,” ujarnya.
Savirah menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya soal fisik, tetapi juga keseimbangan mental dan profesionalitas. Ia juga percaya bahwa perempuan mampu memimpin di lingkungan kerja berisiko jika memiliki konsistensi, pengetahuan, dan keberanian.
Ia menutup sesi dengan pesan agar mahasiswa berani menjelajahi bidang baru dan keluar dari zona nyaman. Menurutnya, keberanian untuk melangkah adalah langkah awal menuju pertumbuhan pribadi dan karier yang bermakna bagi masa depan mereka.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





