Universitas Airlangga Official Website

ESG Talk Series #7 UNAIR Soroti Pentingnya Integrasi ESG dalam Pengambilan Keputusan

Pembukaan ESG Talk Series #7 secara daring pada Kamis (9/4/2026) oleh Aditya Aji Prabhawa. (Gambar: Istimewa)
Pembukaan ESG Talk Series #7 secara daring pada Kamis (9/4/2026) oleh Aditya Aji Prabhawa. (Gambar: Istimewa)

UNAIR NEWS – Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar ESG Talk Series #7 secara daring pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Fandis Ekyawan, S.E., M.M. sebagai Senior Consultant, Senior Assesor and Business Coach Lembaga Management Universitas Indonesia sebagai narasumber, serta dipandu oleh S. Herry Putranto sebagai CEO Biro Nusantara selaku moderator.

Peserta dari kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi hingga pembisnis yang memiliki ketertarikan terhadap isu keberlanjutan dan implementasi ESG di perusahaan. Dalam pemaparannya, Fandis menekankan bahwa ESG kini menjadi perhatian utama berbagai pihak, mulai dari investor, regulator, hingga masyarakat luas. Menurutnya, tantangan perusahaan saat ini tidak hanya terletak pada penyusunan laporan, tetapi juga pada bagaimana membangun keterlibatan yang bermakna dengan para pemangku kepentingan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena implementasinya tidak semudah yang tertulis dalam laporan.

ESG dan Tantangan Greenwashing

Ia mengawali materi dengan membahas fenomena greenwashing, yaitu praktik ketika perusahaan terlihat ramah lingkungan, namun tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya. Fenomena ini masih banyak ditemukan, bahkan pada perusahaan besar di berbagai sektor industri. Berdasarkan data yang ada di paparan, praktik greenwashing masih tinggi di kawasan Eropa dan Amerika, serta mulai meningkat di Asia. Sektor seperti minyak dan gas serta keuangan menjadi yang paling dominan dalam kasus tersebut.

Menurutnya, permasalahan utama bukan terletak pada kurangnya komitmen, melainkan pada ketidaksesuaian antara komitmen dan implementasi di tingkat strategis. “Sering kali perusahaan sudah memiliki laporan dan kebijakan ESG, tetapi belum sepenuhnya terintegrasi dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.

Kesenjangan antara Komunikasi dan Implementasi

Lebih lanjut, Fandis menjelaskan bahwa permasalahan utama bukan terletak pada kurangnya komitmen, melainkan pada ketidaksesuaian antara komunikasi dan implementasi antar divisi. Banyak perusahaan telah memiliki kebijakan dan laporan ESG, tetapi belum mengimplementasikannya dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

Hal ini kemudian menimbulkan kesenjangan antara komunikasi dengan implementasi internal yang belum optimal. Berbagai instrumen seperti stakeholder engagement, materiality assessment, hingga sustainability report sering kali hanya menjadi formalitas administratif dan belum benar-benar digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. Dalam beberapa contoh global yang disampaikan, seperti pada industri otomotif dan penerbangan, permasalahan besar justru berawal dari sinyal kecil yang diabaikan. Hal ini menunjukkan pentingnya peran manajemen dalam mengintegrasikan ESG secara menyeluruh ke dalam proses pengambilan keputusan.

Mendorong Integrasi ESG dalam Strategi Perusahaan

Pada akhir sesi, Fandis menekankan pentingnya menjadikan ESG sebagai bagian inti dari bisnis, bukan sekadar pelengkap. Keberhasilan implementasi ESG tidak diukur dari kelengkapan laporan, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai tersebut tertanam dalam strategi dan budaya perusahaan. Ia juga menyoroti bahwa masih banyak perusahaan yang berada pada tahap compliance. Di mana laporan semakin kompleks, tetapi masih belum berbarengan denganperubahan dalam prioritas bisnis maupun kolaborasi lintas tim.

Melalui kegiatan ini, peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pendekatan ESG yang strategis dan terintegrasi. Sehingga tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi keberlanjutan perusahaan.

Penulis: Nikita Aulia
Editor: Ragil Kukuh Imanto