UNAIR NEWS – Universitas Airlangga melalui kegiatan EWBC 2025 startup bisnis kreatif yang digelar oleh Divisi Wiradana APHSA BEM FKM UNAIR menghadirkan webinar nasional bertajuk “The Startup Stories Behind The Scenes” pada Sabtu (6/9/2025) secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini menghadirkan dua narasumber muda inspiratif, Reza Nafi Rizki Musyaffa, Founder sekaligus President 180 Degrees Consulting (180DC) UNAIR, serta Shafira Yasmin Noor Delila, kreator konten TikTok dan pemilik brand hijab j9.hijab (Hijab by Jasmine).
Ide Bisnis dari Kebutuhan Nyata
Dalam sesi awal, Reza menekankan bahwa ide bisnis lahir dari kebutuhan nyata di sekitar. Menurutnya, 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs) dapat menjadi sumber inspirasi penting. “Kalau tidak ada masalah, tidak mungkin ada 17 poin SDGs,” ujarnya.
Ia mencontohkan ide startup berupa e-commerce jasa kebudayaan yang menyediakan produk sekaligus layanan tradisional. Selain itu, ia juga mengangkat ide platform penjualan makanan sisa restoran dengan harga terjangkau, terinspirasi dari praktik di Eropa (Too Good To Go).
Pentingnya Analisis dalam Perencanaan
Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa setiap ide perlu diuji kelayakannya menggunakan Smart Framework agar spesifik, terukur, realistis, relevan, dan memiliki tenggat waktu. Ia juga memperkenalkan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat sederhana untuk memetakan sembilan komponen bisnis, mulai dari customer segment hingga revenue stream.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya analisis strategis. Misalnya, SWOT untuk menilai kekuatan dan kelemahan internal, PESTEL untuk memahami faktor eksternal, serta STP untuk menentukan segmentasi, target, dan posisi pasar. “Diferensiasi dan inovasi adalah kunci bertahan dalam kompetisi,” tegasnya.
Belajar dari Pengalaman Membangun Brand Hijab
Sementara itu, Shafira Yasmin Noor Delila membagikan kisahnya membangun bisnis hijab j9.hijab. Ia menegaskan bahwa kegagalan merupakan hal wajar. “Kegagalan itu bukan akhir, melainkan awal untuk langkah baru,” ungkapnya.

Menurut Yasmin, tantangan internal meliputi keterbatasan pengetahuan bisnis, tim yang belum solid, serta manajemen keuangan. Di sisi lain, tantangan eksternal datang dari persaingan ketat, perubahan tren, hingga regulasi usaha. Untuk mengatasinya, ia menekankan adaptasi. Misalnya, ia memanfaatkan live streaming dan affiliate marketing di TikTok untuk promosi produk.
Selain itu, Yasmin juga menyoroti pentingnya kesehatan mental dan networking. Menurutnya, bisnis boleh jatuh, tetapi pribadi tidak boleh hancur. Oleh karena itu, ia terus menjalin jejaring dengan komunitas bisnis dan mentor untuk membuka peluang kolaborasi.
Pesan Utama Webinar
Pada akhirnya, kedua narasumber sepakat bahwa membangun startup membutuhkan inovasi, ketangguhan, dan semangat adaptasi. EWBC 2025 startup bisnis kreatif berhasil memberikan wawasan menyeluruh, mulai dari teori manajemen hingga praktik membangun brand di era digital.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





