UNAIR NEWS – Alumnus Universitas Airlangga (UNAIR) kembali membuktikan perannya di bidang pendidikan. Kali ini, alumnus Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Febrina Kusumawati, menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Surabaya. Hal tersebut menjadi wujud kontribusi UNAIR dalam melahirkan alumni yang berdampak.
Febrina mengawali kariernya sebagai pengajar sebelum terjun di dunia pemerintahan hingga saat ini. Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi menjadi sistem yang mendukung pendidikan di Kota Surabaya.
“Sebelum lulus saya sudah jadi pengajar privat, lalu bergabung dengan bimbingan belajar. Saat akan lulus, saya melihat peluang untuk bergabung dengan pemerintahan melalui rekrutmen pegawai negeri. Saya rasa teknologi digital sangat membantu bila dimanfaatkan dengan pintar,” ungkapnya.
Karier di Pemerintahan
Seiring berjalannya waktu, Febrina mengawali karier di pemerintahan sebagai staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Lalu diamanahi sebagai Kesra di Bappeda. Selanjutnya ia dipercaya menjabat sebagai kepala bidang.
Dilanjutkan sebagai sekretaris Bappeda, hingga akhirnya memimpin Bappeda selama dua tahun. Setelah itu, ia mendapat penugasan di Badan Pendapatan Daerah sebagai pengelola pajak, sebelum kemudian melanjutkan tugas di Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan.
“Saya ikut lelang jabatan hingga akhirnya ditugaskan sebagai kepala Bappeda, lalu berpindah tugas menjadi koordinator pendapatan daerah, dan terakhir bergabung dengan Dinas Koperasi UMKM, saya mengelola Koperasi Merah Putih, serta mengelola UMKM agar berdaya saing,” jelasnya.
Febrina telah menyiapkan sejumlah program untuk menjamin mutu pendidikan di Kota Surabaya. Ketelitian, keterampilan, kemampuan, dan pemanfaatan teknologi menjadi elemen penting dalam program yang ia rancang.
“Kami memberikan fasilitas, pemenuhan akses, dan beberapa renovasi pada sekolah-sekolah di Surabaya. Selain itu, kami tetap akan menguatkan dan meningkatkan inovasi untuk akses digital. Kami juga menjalankan beberapa program lainnya, seperti tahfidz, Sinau Bareng, dan masih banyak lagi,” paparnya.
Kolaborasi Menjadi Kunci Penting
Febrina mengungkapkan bahwa kolaborasi menjadi salah satu kunci penting kesuksesan program yang dijalankan. Menurutnya, lingkungan pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan masyarakat.
“Pasti kita mengerjakan semua tugas itu tidak bisa sendiri. Jadi, kita harus gandeng banyak elemen, kuncinya di situ. Kolaborasi tenaga pendidik di sekolah dan orang tua di rumah menjadi penting untuk pendidikan anak. Kami juga akan memberikan fasilitas yang memadai. Artinya semuanya harus benar-benar kami gandeng untuk berkontribusi mewujudkan program-program yang sudah ada,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Febriana berharap tenaga pendidik dapat bekerja dengan hati yang tulus. Komitmen, kolaborasi, dan kehadiran menjadi hal yang harus dijaga. Ia juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Surabaya terbuka terhadap berbagai program kerja sama.
“Untuk teman-teman guru semuanya, karena mendidik anaknya negara, anak bangsa, mari kita betul-betul mendidiknya dengan hati. Harus saling menguatkan agar masalah yang ada dapat terselesaikan dengan baik. Selain itu, kami masih sangat membutuhkan bantuan dari adik-adik mahasiswa, para ibu bapak dosen serta masyarakat untuk berkolaborasi dengan kami,” pesannya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Khefti Al Mawalia





