Universitas Airlangga Official Website

Fenomena Taylornomics untuk Menggerakkan Ekonomi Indonesia

Taylor Swift saat melakukan Eras Tour di Singapore
Taylor Swift saat melakukan Eras Tour di Singapore

Fenomena Taylornomics telah menciptakan gelombangi Kreatif Indonesia baru dalam ekonomi global, terutama dalam industri musik dan pariwisata. Taylornomics adalah istilah yang muncul akibat dari pengaruh popularitas dan konser Taylor Swift. Melalui tur konsernya, Taylor Swift berhasil menggerakkan ekonomi Amerika Serikat dari risiko resesi serta membantu pelaku usaha mengembalikan kekayaan ekonomi yang hilang akibat pandemi. Adapun pendapatan yang diperoleh diperkirakan mencapai USD 1 miliar atau setara dengan 15 triliun rupiah.

Situasi ini memberikan bukti bahwa dengan meningkatnya konsumsi oleh penggemar dan pengaruhnya terhadap sektor pariwisata serta industri terkait lainnya, Taylornomics menjadi fenomena menarik yang mencerminkan kekuatan besar dari pengaruh budaya pop dalam konteks ekonomi modern serta menjadi kekuatan yang dapat membawa dampak positif yang signifikan pada perekonomian suatu negara.

Fenomena Taylornomics menjadi inspirasi bagi pemangku kepentingan berbagai negara untuk menyusun strategi inovatif untuk meningkatkan perekonomian negaranya. Salah satunya Indonesia. Melansir laman Kompas, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, ingin membuat konser tandingan Taylor Swift yang sukses digelar di Singapura. Hal ini ia sampaikan dalam pidatonya saat membuka acara Business Matching 2024.

Jika melihat potensi yang ada di Indonesia sendiri, ada berbagai cara untuk meningkatkan perekonomian Indonesia dengan lebih mengeksplorasi ide-ide baru dan inovatif dalam menggerakkan industri kreatif dan pariwisata yang ada di Indonesia. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri kreatif dan pariwisata ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan keberagaman budaya, alam yang indah, dan bakat-bakat kreatif yang melimpah, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi kreatif yang berkembang pesat. Namun, untuk mencapai hal ini, perlu strategi yang terencana dan inovatif.

    Indonesia sangat kaya akan keberagaman budayanya, mulai dari tradisi seni pertunjukan hingga kerajinan tangan tradisional. Strategi pertama adalah memperkuat eksistensi dan mempromosikan kekayaan budaya lokal ini melalui berbagai acara dan festival budaya.

    Dengan mengadakan festival seni tradisional, pameran kerajinan tangan lokal dan pertunjukan tradisional secara inovatif dan mengikuti seni modern masa kini agar menarik minat kebutuhan masyarakat sekarang. Selain itu untuk menarik perhatian wisatawan domestik dari berbagai negara di dunia. Festival tersebut bisa menggandeng anak-anak muda berbakat dan kreatif sebagai pelaku acara dan pengisi acara.

    Penyanyi papan atas Indonesia menyanyikan lagu tradisional dan lagu daerah yang berkolaborasi juga dengan musisi atau pemusik terkenal Indonesia. Kemudian, bisa juga komposer Indonesia dengan musik yang modern namun tetap memperhatikan keaslian dari lagu tradisional atau daerah itu sendiri.

    Selain itu, festival tersebut juga dapat berupa atraksi-atraksi seni pertunjukan dan budaya oleh aktris dan aktor terkemuka Indonesia. Festival juga bisa menyertakan sesi yang melibatkan para penonton atau peserta festival untuk berinteraksi secara langsung dengan ikut membuat kerajinan tradisional. Adanya festival tersebut akan menarik minat para penonton dan peserta festival. Tujuan menggunakan penyanyi, artis serta aktor terkenal Indonesia untuk menggaet para penggemar mereka untuk memeriahkan festival tersebut dan menciptakan hype dan euforia.

    Meningkatkan Perekonomian

    Mengapa seni pertunjukan dan festival menjadi strategi utama dalam meningkatkan perekonomian kreatif Indonesia? Mengutip laporan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), “Projecting Indonesia’s Creative Economy Potential on the Global Stage 2022”, posisi ekraf di dunia menjadi semakin penting karena telah menjadi salah satu produk domestik bruto (PDB) sejak 1990-an.

    Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCTAD) mengatakan bahwa ekraf tumbuh dengan cepat setelah krisis keuangan tahun 2008. Menurut laporan Statistik Ekonomi Kreatif 2020 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), sektor seni ini menghasilkan 2,2 triliun dolar AS setiap tahun. Tidak hanya itu, sektor ini juga menyumbang 3% dari PDB global. Kenaikan itu didongkrak pada pertumbuhan desain, fashion, dan industri film (seni pertunjukan).

    Tak hanya itu, strategi dalam mengeksplorasi kerajinan tradisional sangatlah penting. Selain berkontribusi besar terhadap capaian nilai ekspor industri manufaktur, industri kerajinan merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Kinerja positif industri ini membuat Indonesia memegang hingga dua persen dari pangsa pasar produk kerajinan dunia (IKMA, 2023).

    Untuk mengembangkan ekonomi kreatif, penting bagi pemerintah untuk mendorong kolaborasi antara seniman dan pelaku bisnis. Kolaborasi ini bisa dengan mengadakan workshop dan seminar untuk membantu seniman memahami pasar dan membangun merek pada produk mereka. Selain itu, pemerintah dapat memfasilitasi pertemuan antara seniman lokal dan pelaku industri untuk menciptakan produk-produk kreatif yang inovatif dan komersial.

    Menurut data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), wisatawan yang mengunjungi acara budaya dan seni cenderung menghabiskan lebih banyak uang selama kunjungan mereka. Sehingga meningkatkan pendapatan sektor pariwisata. Ini penyebabnya adalah kebutuhan wisatawan untuk membeli produk dan layanan yang terkait dengan acara budaya dan seni. Seperti kuliner, suvenir, dan akomodasi (satudata.kemenparekraf.go.id, 2023).

    Melalui data berikut, pemerintah dapat mengadopsi pendekatan baru serta inovatif dalam pengembangan destinasi wisata dengan mengintegrasikan acara-acara budaya dan seni ke dalam paket wisata. Pemerintah dapat mengadakan festival musik indie di pantai-pantai eksotis, pameran seni rupa di pulau-pulau terpencil, dan pertunjukan teater di kawasan bersejarah. Hal ini akan menciptakan pengalaman wisata yang unik dan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan berwisata.