Universitas Airlangga Official Website

FIB Gelar Konferensi Internasional tentang Urban Studies

Dosen FIB Purnawan Basundoro, Wakil Rektor III Prof. Amin Alamsjah, Dekan FIB Diah Ariani Arimbi, dan Thor Kerr (Curtin University, Perth, Australia)

UNAIR NEWS – Kampus Airlangga terus melakukan langkah-langkah untuk bisa menyejajarkan diri dengan perguruan-perguruan tinggi terbaik kelas dunia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar event berstandar internasional. Seperti yang dihelat oleh Fakultas Ilmu Budaya pada 8 sampai 9 Desember 2017 di Wyndam Surabaya Hotel, Jalan Basuki Rahmat Surabaya.
Gelaran ini bertajuk 4th International Conference on Urban Studies (ICUS): Border and Mobility, dan merupakan hasil kolaborasi dengan Ubon Ratchathani Rajabhat University, Thailand.

Konferensi internasional ini berfokus untuk mengamati dampak mobilitas perkotaan dan hubungannya terhadap isu-isu seputar perbatasan. Persoalan yang disorot beraneka rupa dan lintas bidang. Baik tentang isu pendidikan, advokasi, politik, ekonomi, sosial, dan keamanan. Yang kemudian terkoneksi pula dengan bahasan-bahasan terkait gender, seksualitas, ras, etnisitas, identitas dan lain sebagainya.

Tema yang didiskusikan adalah Borders in global research, Borders in locality, Borders of identity movements, Borders in body, well-being and of being human, Borders in politics of sexuality and gender identity struggles, Borders in policymaking, Borders in arts, Borders in media and communications technology, Borders in space and place, Borders in maritime security and issues, Borders in language, culture and multilingualism, Borders of history, Borders in literature and culture, dan Borders in education.

Keynote Speakers yang dihadirkan adalah Michele Ford (University of Sydney, Australia), dan Brenda Yeoh (National University of Singapore, Singapore). Sedangkan Invited Speakers yang ikut membahas detail di sesi plenary adalah Thor Kerr (Curtin University, Perth, Australia), Jan van Der Putten (Hamburg University, Germany), Freek Colombijn (Vrije University, Amsterdam, the Netherland), dan Bekisizwe Ndimande (University of San Antonio, Texas, the United States of America).

Juga, Melani Budianta (The University of Indonesia, Jakarta, Indonesia), I Made Andi Arsana (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia), serta Diah Ariani Arimbi, Irfan Wahyudi, Lina Puryanti, dan Baiq L.S. Wardhani (mereka berasal dari Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia). Ada pula Umaporn Wittayasin, Nalinee Thongprasert, Ananya Dechakhamphu (mereka dari Ubon Ratchathani Rajabhat University, Thailand), serta Sappasiri Songsukrujiroad (Faculty of Humanities and Social Sciences, Mahasarakham University, Thailand).

Partisipan yang hadir berasal dari banyak kampus di tanah air bahkan luar negeri, seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, Australia, Afrika Selatan, dan lain sebagainya. Jumlahnya 100 pemakalah, dan 50 peserta.

Dekan FIB Diah Ariani Arimbi, PhD, mengatakan, pihaknya memang memiliki perhatian khusus pada event-event besar berskala global. Hal ini tidak lepas dari cita-cita UNAIR untuk berada dalam daftar 500 kampus terbaik dunia. Adapun tema yang diambil tentu merupakan topik mutakhir. Yang erat kaitannya dengan dunia yang saat ini sudah seperti tak berbatas satu sama lain. “Orang bisa berpindah dari satu negara ke negara lain dengan mudah dan cepat,” ungkap dia.

Kesempatan ini, imbuh Diah, layak pula dijadikan para akademisi sebagai momen berdiskusi dan memerluas jaringan. Juga, untuk mengenal satu sama lain. Sehingga ke depan, bisa saling bersinergi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UNAIR Prof. Amin Alamsjah mengutarakan, persoalan seputar perkotaan dan kewilayahan selalu menarik disimak. Tiap waktu, problem tentang urban selalu lahir seiring perkembangan zaman. “Apa yang dilakukan dalam konferensi ini adalah mengkajinya secara ilmiah, untul menghasilkan solusi aplikatif di masyarakat,” papar dia. (*)