UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga menggelar kegiatan Gathering Alumni FIB UNAIR pada Rabu (4/6/2025). Berlangsung di Majapahit Hall, Lantai 5 ASEEC Tower, kegiatan ini mengangkat tema “Ruang Temu Kreatif: Inspirasi Alumni untuk Masa Depan”. Kegiatan ini berguna untuk memperkuat jejaring alumni dan berbagi pengalaman terkait digital creative serta membantu memberikan saran kepada fakultas mengenai metode pembelajaran yang relevan dengan industri saat ini.
Prof Dr Purnawan Basundoro S S M Hum menyampaikan alumni memegang peran penting dalam kegiatan pembelajaran di perkuliahan. Kegiatan pertemuan alumni yang terlaksana setiap tahun ini menjadi kesempatan bagi fakultas untuk memperbaiki kurikulum agar dapat relevan dengan dunia kerja. Selain itu, dengan berkembangnya internet dapat menjadi alternatif bagi lulusan FIB untuk dapat memanfaatkan perkembangan internet dengan menjadi konten kreator.
“Alumni memegang peran penting sebagai pemberi masukan demi perkembangan kurikulum pembelajaran. Target kegiatan ini adalah alumni mampu memanfaatkan perkembangan internet, salah satunya dengan menjadi konten kreator.” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan pembicara inspiratif yaitu Yunika Fedianti A Md (Alumni D3 Bahasa Inggris) dan Yoana Dianika S Hum (Alumni Sastra Jepang). Kedua pembicara tersebut merupakan konten kreator dengan bidang yang berbeda, Yunika terkenal sebagai beauty content creator. Sementara itu, Yoana memulai kariernya sebagai penulis sebelum kemudian merambah dunia content creation.
Perjalanan dari Penulis Menjadi Konten Kreator
Yoana mengawali karir sebagai penulis dengan menulis cerpen bergenre romance. Salah satu bukunya yaitu The Chocolate Chance yang saat ini telah diangkat menjadi sebuah film.
Transisi menjadi konten kreator, diawali pada tahun 2022. Saat Yoana berkenalan dengan salah satu konten kreator fashion asal Malaysia. Melalui konten kreator tersebut Yoana menyadari bahwa seseorang akan mudah dengan mudah terkenal apabila memiliki warna/ciri khas yang unik. Sejak saat itu, Yoana mulai membangun personal branding dengan mengenakan lolita fashion dan aktif di media sosial.
“Setelah berbincang dengan konten kreator asal Malaysia, saya menyadari bahwa seseorang harus mempunyai warna agar mudah diingat orang lain,” ungkap Yoana.
Passion yang Menjadi Peluang
Berbeda dengan Yoana, Yunika mengawali karir sebagai guru bimbingan belajar. Berawal dari ketertarikan pada bidang kecantikan, Yoana menemukan passionnya di bidang beauty content creator dan saat ini aktif di media sosial.
Yunika menjelaskan untuk menjadi konten kreator, langkah pertama adalah menemukan niche atau segmen pasar. Setiap konten kreator juga harus memiliki tujuan yang jelas antara untuk menghibur atau memberikan motivasi. Yunika menekankan, untuk menjadi konten kreator hanya membutuhkan 2 hal, yaitu diri sendiri sebagai pencari ide dan HP sebagai alat pengambil gambar. Selain itu, Yunika juga memberikan tips untuk menjadi konten kreator yaitu saat kita mempunyai ide mulai aja dulu.
“Sebenarnya kita hanya butuh dua hal yaitu diri sendiri sebagai sumber ide, dan HP untuk ambil gambar. Jangan terlalu banyak mikir, kalau punya ide, langsung mulai aja dulu,” ujar Yunika.
Nama: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto





