UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Clarity English gelar seminar bertajuk “Navigating the Future: English Language Education with AI and the Evolving Role of Educators.” Seminar ini berlangsung pada hari Selasa (3/01/2026) di Majapahit Hall, Lantai 5, ASEEC Tower, Universitas Airlangga, Surabaya. Seminar ini ditujukan kepada para pendidik, terutama guru-guru Bahasa Inggris di tingkat SMA, untuk memberikan wawasan tentang pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
Sambutan Dekan FIB UNAIR
Syahrur Marta Dwi Susilo SS MA PhD, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga membuka acara ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri untuk menghadapi tantangan global. “Seminar ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat kerja sama antara Universitas Airlangga dan Clarity English. Kita berada di tengah perubahan besar dalam dunia pendidikan. AI adalah salah satu aspek yang akan membentuk masa depan pendidikan bahasa Inggris. Seminar ini terkhusus untuk para guru SMA, agar mereka bisa memanfaatkan perkembangan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris,” ujar Pak Syahrur.
Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dalam bidang pendidikan bahasa Inggris dan kecerdasan buatan. Para pembicara antara lain Dr. Gumawang Jati, President of ITELL, Indonesia, Prof. Yinghuei Chen, PhD, Professor Emeritus Asia University, Taiwan, dan Prof. Diah Ariani Arimbi, SS, MA, PhD, Kepala Program Doktoral di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR).
Peran AI dalam Pengajaran Bahasa Inggris
Tujuan utama seminar ini adalah untuk membahas peran kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan bahasa Inggris. Selain itu bagaimana perkembangan teknologi dapat mengubah peran pendidik di masa depan. Dr Gumawang Jati akan membahas topik “Beyond Tools: Reimagining Pedagogy with Generative AI in English Language Education”. Sementara, Prof Diah Ariani Arimbi akan membawakan materi dengan judul “Teaching at the Crossroads: English Educators Between Humanism and Artificial Intelligence.”
Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan mengenai bagaimana teknologi dapat berguna dalam pengajaran bahasa Inggris, tetapi juga menggali peran penting pendidik dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan keterampilan bahasa siswa. Diskusi ini sangat relevan di tengah perkembangan pesat AI yang berpotensi mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.
Kolaborasi dengan Clarity English
Syahrur juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga dan Clarity English. Kolaborasi dalan hal menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang yang muncul dalam dunia pendidikan bahasa Inggris. Ke depan, kedua pihak berencana untuk melanjutkan kerja sama ini dengan berbagai kegiatan lebih lanjut dalam lima tahun mendatang. Kerja sama tersebut berbentuk kuliah tamu, pelatihan pengajaran, dan pengembangan program-program inovatif.
“Seminar ini merupakan langkah penting untuk memperkuat jaringan akademik dan membuka peluang bagi lebih banyak kolaborasi di masa depan. Kami berharap para peserta, terutama para guru SMA, dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Inggris di Indonesia,” tutup Syahrur.
Penulis: Saffana Raisa Rahmania
Editor: Ragil Kukuh Imanto





