Universitas Airlangga Official Website

FIKKIA Mengajar Wujudkan Hidup Sehat bagi Disabilitas

Momen kebersamaan mahasiswa Universitas Airlangga bersama peserta penyandang disabilitas saat mengikuti sesi lomba memasak. (Foto: istimewa).
Momen kebersamaan mahasiswa Universitas Airlangga bersama peserta penyandang disabilitas saat mengikuti sesi lomba memasak. (Foto: istimewa).

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan sosial bertajuk FIKKIA Mengajar yang bertajuk Satu Langkah Sehat untuk Seribu Kebaikan. Kegiatan yang berlangsung di Graha Disabilitas Dinas Sosial Banyuwangi pada Rabu (8/10/2025) itu diikuti dengan antusias oleh penyandang disabilitas dan pendamping sosial. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.

Ketua pelaksana kegiatan, Shema Hunava, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa FIKKIA dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat inklusif. “Kami ingin berbagi ilmu dan pengalaman dengan teman-teman di Graha Disabilitas. Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap bisa menularkan semangat hidup sehat sekaligus mempererat rasa empati antar sesama,” ungkapnya.

Kegiatan FIKKIA Mengajar menghadirkan tiga materi utama yang dikemas secara interaktif dan aplikatif. Materi pertama adalah sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan hand sanitizer alami menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah. Peserta diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang dapat diterapkan sehari-hari.

Annisa Dwi Cahyani selaku pemateri menekankan bahwa kebiasaan hidup bersih merupakan langkah awal untuk mencegah berbagai penyakit. “PHBS bukan hanya tentang mencuci tangan atau menjaga kebersihan tubuh, tetapi juga tentang kesadaran untuk hidup sehat setiap hari,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa praktik pembuatan hand sanitizer menjadi cara sederhana untuk mengajarkan peserta lebih mandiri dan siap menghadapi situasi darurat kesehatan. “Dengan membuat hand sanitizer sendiri, peserta belajar bahwa menjaga kebersihan bisa dilakukan dengan mudah dan murah,” tambahnya.

Sementara itu, Regina Saraswati menjelaskan tentang pentingnya gizi seimbang dan lomba memasak. Pada sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya pola makan sesuai kebutuhan tubuh serta mengenal bahan pangan lokal bergizi. “Makan sehat tidak harus mahal. Dengan bahan yang ada di sekitar kita, seperti sayur, tempe, dan telur, kita bisa membuat menu bergizi yang mudah dan lezat,” jelasnya.

Pada sesi lomba memasak, peserta tampak antusias berpartisipasi, mencoba resep sederhana, dan berdiskusi mengenai manfaat setiap bahan. Kegiatan itu diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, kemandirian, dan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.  Selain itu, bisa menjadi langkah awal dalam menumbuhkan semangat hidup sehat, baik bagi peserta maupun mahasiswa yang terlibat, serta memperkuat komitmen UNAIR dalam mengabdi kepada masyarakat melalui pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak positif.

Penulis : Dheva Yudistira Maulana

Editor : Khefti Al Mawalia