Universitas Airlangga Official Website

FIKKIA Terima Asesmen Lapangan LAM-PTKes untuk Pembukaan Prodi Kedokteran dan Profesi Dokter

Pembukaan Asesmen Lapangan dalam rangka akreditasi minimum Kedokteran dan Profesi Dokter FIKKIA UNAIR. (Sumber: UKIP UNAIR)
Pembukaan Asesmen Lapangan dalam rangka akreditasi minimum Kedokteran dan Profesi Dokter FIKKIA UNAIR. (Sumber: UKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi kembali menerima tim asesor LAM-PTKes. Kedatangan tersebut dalam rangka Asesmen Lapangan akreditasi minimum Pembukaan Program Studi Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter bagi FIKKIA UNAIR. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (7/5/2024) di Aula Ruang Baca Kampus FIKKIA Mojo.Tim asesor juga melakukan kunjungan ke RSUD Blambangan sebagai RS pendidikan utama dan Puskesmas Licin sebagai wahana pendidikan satelit. Berbeda dengan sebelumnya, asesmen lapangan tersebut merupakan kali kedua visitasi dilakukan dengan penambahan asesmen bagi Program Studi Profesi Dokter.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM menuturkan cita-cita luar biasa Banyuwangi mendirikan kedokteran telah tercetus sejak 2014. Mandat pendirian kedokteran sejak 2014 telah menjalani masa yang panjang. Kini Universitas Airlangga kembali mengajukan usulan pendirian prodi kedokteran dan profesi dokter FIKKIA Banyuwangi. Hal tersebut didasari dari perubahan peraturan DIKTI terkait PSDKU yang diperbolehkan mendirikan Program Profesi. 

“Kami berkomitmen menyelenggarakan kedokteran di Banyuwangi. UNAIR menginisiasi dulu karena kita saat ini masih sangat membutuhkan tenaga dokter,” tuturnya.

Dekan FIKKIA UNAIR, Prof Dr Soetojo dr Sp U(K) mengatakan bahwa mencetak dokter dari daerah merupakan solusi pemerataan. Fakultas Kedokteran saat ini hanya berkutat dalam daerah perkotaan. Hal itu membuat dokter yang baru lulus lebih nyaman hidup disana. 

“Hari ini merupakan asesmen kedua untuk memenuhi syarat pembukaan kedokteran di Banyuwangi,” kata Prof Soetojo.

Saat ini di Banyuwangi, seorang dokter harus menangani hingga 5000 pasien. Mendorong kebutuhan mencetak dokter didalam daerah menjadi sangat penting. Hal tersebut juga mendukung usaha pemerintah dalam mengembangkan Rumah Sakit Pendidikan baru. Sebagai salah satu bentuk pengembangan Program Studi Profesi Dokter Spesialis (PPDS) baru berbasis hospital based dimasa mendatang.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Khefti Al Mawalia