Universitas Airlangga Official Website

FIKKIA UNAIR Berdayakan Santri Lewat Program Kader Cempaka Cegah Anemia

Potret Septa Indra Puspikawati, SKM M PH., saat menjelaskan materi tentang pentingnya pencegahan anemia pada remaja putri. (Foto: Istimewa)
Potret Septa Indra Puspikawati, SKM M PH., saat menjelaskan materi tentang pentingnya pencegahan anemia pada remaja putri. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Kader Cempaka: Cermat Pantau Kondisi Anemia. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, pada Sabtu (25/10/2025).

Acara tersebut diikuti antusias oleh para remaja putri dan pengasuh pondok pesantren. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman tentang pencegahan anemia serta memberdayakan Kader Cempaka sebagai agen perubahan dalam menjaga kesehatan remaja putri di lingkungan pesantren.

Ketua pelaksana, Septa Indra Puspikawati S KM MPH menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kedisiplinan remaja putri agar lebih peduli terhadap kesehatan diri. “Kami ingin menanamkan kebiasaan baik sejak dini agar para santri terbiasa menjaga pola makan, hidup sehat, dan rutin mengonsumsi tablet tambah darah,” ujarnya.


Pada sesi pertama, perwakilan dari Puskesmas Wongsorejo, Yosi Rizky Rinda Purnama, S Keb memberikan sosialisasi mengenai penyebab dan dampak anemia. Ia menekankan pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara rutin agar terhindar dari anemia. 

“Anemia dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas sehari-hari, sehingga mencegahnya berarti menjaga semangat belajar dan aktivitas santri tetap optimal,” ungkap Yosi.

Kemudian, Faradiva Husna menjelaskan bahwa kader ini memiliki peran penting dalam memantau kebiasaan remaja putri agar rutin mengonsumsi TTD. Para kader juga diajarkan untuk mencatat kebiasaan tersebut melalui diary anemia. Faradiva turut melakukan simulasi langsung tentang cara pengisian diary agar para peserta lebih memahami peran dan tanggung jawab mereka.

Sementara itu, sesi terakhir disampaikan oleh Disny Prajnawita, S KM MPH, yang menitikberatkan pada peran para pengasuh santri sebagai pembimbing Kader Cempaka. Disny menjelaskan bahwa pembimbing memiliki peran strategis dalam memantau pelaksanaan program di lingkungan pesantren. “Pembimbing bertugas memastikan para kader menjalankan perannya dengan baik, serta mendorong para siswi agar disiplin minum tablet tambah darah,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Kader Cempaka dapat menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan pentingnya pencegahan anemia di kalangan remaja putri, khususnya di lingkungan pesantren. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata UNAIR dalam mendukung peningkatan kesehatan remaja menuju generasi yang kuat, cerdas, dan berdaya saing.

Penulis : Dheva Yudistira Maulana

Editor : Khefti Al Mawalia