Universitas Airlangga Official Website

FKG UNAIR Ulas Penggunaan Teknologi Pembuatan Gigi Palsu

Dr Siti Fauzza saat memaparkan teknologi CAD-CAM pada Jumat (1/12/2023). (Foto: Istimewa)
Dr Siti Fauzza saat memaparkan teknologi CAD-CAM pada Jumat (1/12/2023). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS –  Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kuliah tamu. Kegiatan itu bekerja sama dengan Faculty of Dentistry Universiti Malaya yang bertajuk “Digital Dentistry: CAD-CAM in Dental Technology” pada Jumat (1/12/2023) yang diselenggarakan secara daring.

Kuliah tamu itu membahas mengenai penggunaan teknologi CAD-CAM dalam perkembangan dunia kedokteran gigi yang dibahas oleh Dr Siti Fauzza Binti Ahmad. Sianiwati Goenharto selaku pengajar Departemen Teknik Gigi UNAIR menjelaskan, saat ini kita tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi yang pesat. 

Ia menjelaskan perkembangan kedokteran gigi digital saat ini harus digalakkan dengan mengenalkan teknologi terhadap kemajuan kedokteran gigi digital. “Pengenalan teknologi gigi secara digital merupakan suatu keharusan pada saat ini,” ucap Siti.

Siti menjelaskan, teknologi CAD-CAM merupakan software atau alat untuk mendesain purwarupa menggunakan satu development tools yang akan digunakan untuk merestorasi gigi palsu. “Dengan teknologi CAD-CAM ini dapat mencetak dalam bentuk tiga dimensi salah satunya model gigi,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan untuk bisa sampai menjadi sebuah produk, haruslah terlebih dahulu melalui dua proses yakni milling (pengeboran) dan printing (percetakan). Sementara itu, dalam kasus lain teknologi itu telah digunakan secara masif dalam membuat pelindung wajah saat masa Covid-19 lalu.

Siti menambahkan, teknologi CAD-CAM memiliki banyak kelebihan dan kekurangan dalam perkembangannya. Salah satu kelebihan dari CAD-CAM adalah dapat membuat model dengan cepat dan efisien.

Sementara itu, salah satu kelemahan teknologi ini yakni harga yang cukup mahal dalam membeli dan membangun teknologi CAD-CAM. “Dengan menggunakan CAD-CAM, dapat membuat sebuah produk dengan cepat, jadi lebih enak untuk produksi massal, sampahnya sedikit. Namun, kekurangan CAD-CAM ini mahal, perlu downtime untuk pemeliharaan,” tambahnya.

Siti menambahkan perbedaan yang paling mencolok dengan teknik tradisional adalah efisiensi dan kecepatan dalam membuat suatu produk. “Tradisional kan menggunakan tangan, kalau ini menggunakan mesin sehingga lebih cepat dan tepat,” jelas siti.

Menurutnya, saat ini sudah ada perusahaan yang menggunakan teknologi CAD-CAM dalam industri kedokteran gigi yakni Medit Link. Sebuah produk yang dapat mempermudah pasien dalam mendiagnosis hingga memberikan pengobatan secara daring.

Penulis : Laksamana Salman

Editor : Khefti Al Mawalia