Universitas Airlangga Official Website

FKH Gelar Workshop, Bahas Teknik Vitrifikasi dan Thawing untuk Mempertahankan Kualitas Embrio

Prof Dr Widjiati drh MSi, selaku Ketua Pelaksana saat menyemapaikan sambutan. (Foto: Istimewa)
Prof Dr Widjiati drh MSi, selaku Ketua Pelaksana saat menyemapaikan sambutan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) baru-baru ini menggelar workshop bertajuk “Hands-on Workshop Teknik Vitrifikasi dan Thawing dalam Mempertahankan Kualitas Embrio”. Acara ini berlangsung pada Senin (9/2/2026), bertempat di Ruang Tandjung Adiwinata Lt. 2, FKH UNAIR, Surabaya. 

Hadir dalam workshop ini berbagai peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, peneliti, serta praktisi di bidang kedokteran hewan dan bioteknologi. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang mendalam serta keterampilan praktis kepada para peserta mengenai teknik vitrifikasi dan thawing, dua teknik yang sangat penting dalam dunia bioteknologi reproduksi. 

Komitmen FKH UNAIR

Pembuka acara ini adalah sambutan oleh Prof Dr Widjiati drh MSi, sebagai Ketua Pelaksana, memberikan penjelasan mengenai tujuan dan harapan dari workshop ini. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FKH untuk terus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran hewan, khususnya yang berkaitan dengan teknologi reproduksi. “Kami berharap agar teknik-teknik yang dibahas dalam workshop ini dapat terus dikembangkan, baik di bidang riset maupun produksi embrio. Ke depannya, kami juga berharap dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan terstandarisasi,” tambahnya

Sesi penyerahan pelakat kepada pembicara (Foto: Humas FKH)
Penguatan Praktik dan Kolaborasi Ilmiah

Prof Dr Lilik Maslachah drh MKes, selaku Dekan FKH UNAIR, dalam sambutannya juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya workshop ini. “Kami sangat senang melihat antusiasme yang tinggi dari peserta yang hadir. Acara ini bukan hanya tentang memberikan pemahaman teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mempraktikkan teknik-teknik ini langsung. Tentunya sangat penting untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka,” ujar Prof Lilik dengan penuh semangat.

Prof Lilik juga menekankan workshop ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang bioteknologi reproduksi. Menurutnya, workshop ini juga untuk membuka ruang bagi kolaborasi lintas disiplin ilmu. “Ke depan, kami berharap workshop seperti ini tidak hanya terbatas pada tingkat penelitian. Tetapi juga dapat mendorong kolaborasi yang lebih luas antara akademisi, peneliti, dan pihak terkait lainnya. Kolaborasi lintas disiplin ini sangat penting untuk menghasilkan solusi yang dapat diaplikasikan secara nyata di lapangan, baik untuk dunia penelitian maupun untuk masyarakat luas,” lanjutnya.

Sebagai tambahan, di hari kedua workshop, peserta berkesempatan untuk mengikuti sesi hands-on yang dipandu oleh para ahli di bidangnya. Sesi praktis ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam dan keterampilan langsung dalam penerapan teknik vitrifikasi dan thawing. “Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi peserta, tidak hanya dalam ranah teori, tetapi juga dalam aplikasi praktis di lapangan,” tutup Prof Lilik.

Penulis: Saffana Raisa Rahmania

Editor: Ragil Kukuh Imanto