Universitas Airlangga Official Website

FKH UNAIR Pamerkan Berbagai Temuan pada Indolivestock 2025

(Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali berpartisipasi dalam Indolivestock 2025. Indolivestock merupakan pameran industri peternakan yang diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama. Pameran itu berlangsung di Grand City Convex pada Rabu (2/7/2025) hingga Jumat (4/7/2025). Dalam gelaran tersebut, FKH UNAIR menawarkan hasil riset serta penemuan-penemuan yang berguna untuk industri peternakan. 

Alat uji cepat daging gelonggongan menjadi salah satu produk utama yang ditawarkan FKH UNAIR dalam Indolivestock 2025. Perangkat ini berfungsi mendeteksi kadar air dalam daging secara cepat dan akurat. Penemuan ini digagas oleh Prof Dr Mochammad Lazuardi Drh M Si beserta timnya dari FKH UNAIR. 

Perangkat hasil temuan FKH UNAIR itu menawarkan kemudahan dengan cara kerja yang sederhana dan hasil yang cepat. Prinsip pemeriksaan didasarkan pada reaksi diazotasi yang menghasilkan warna dan dapat dipantau pada panjang gelombang tampak. Alat uji cepat daging ini memiliki keunggulan berupa perakitan ulang tanpa memerlukan perangkat kelistrikan khusus karena semua alat uji menggunakan baterai. 

“Sebelumnya untuk mendeteksi apakah daging itu murni berat aslinya atau tidak itu harus dipotong. Dengan alat ini tidak harus dipotong dulu. Jadi, otomatis dari biaya lebih murah, lebih praktis, bisa dipakai dimana saja, dan pemakaiannya sederhana,” jelas Alfina, mahasiswa FKH UNAIR yang bertugas menjaga booth pameran.  

Penemuan lain yang FKH UNAIR pamerkan adalah alat pencetak bolus manual. Alat ini terbuat dari stainless steel berlapis tiga, yaitu punch atas, die tengah, dan punch bawah, serta dilengkapi palu karet. Keunggulan dari temuan ini berupa pemakaiannya yang mudah dan biaya yang murah.  

“Bolus ini ditujukannya untuk hewan-hewan besar seperti ruminansia. Otomatis karena bobotnya besar, hewan itu juga butuh dosis obat yang besar pula. Untuk menghindari risiko pemakaian obat yang berulang, makanya perlu dibentuk obat tablet besar dengan alat ini,” jelas Alfina.

Melihat antusiasme pengunjung di booth FKH UNAIR pada pameran Indolivestock 2025, Alfina optimis penemuan-penemuan ini akan terus berkembang. “Dari pameran ini, kami melihat bahwa di lapangan itu dibutuhkan alat yang praktis, sederhana, dan bisa dipakai secara langsung. Jadi, kamu melihat bahwa temuan-temuan ini akan berkembang lagi.”

Penulis: Khumairok Nurisofwatin

Editor: Khefti Al Mawalia