UNAIR NEWS – FIB UNAIR Flagship Programme diwarnai acara peluncuran buku. Buku tersebut berjudul Bandung-Belgrade-Havana in Global History and Perspective: The Deployment of Bandung Constellation towards a Global Future.
Buku yang diterbitkan oleh Airlangga University Press tersebut merupakan hasil kolaborasi tiga puluh akademisi dari berbagai belahan dunia. Darwis Khudori, editor buku Bandung-Belgrade-Havana in Global History and Perspective, menyebutkan bahwa proses penulisan buku ini tidak mudah.
“(Buku, red) ini ditulis di beberapa negara,” ujarnya pada Jumat (11/11/2022). Selain ditulis di Indonesia, buku tersebut juga ditulis di negara lain, seperti Perancis dan Kanada.
Dalam acara tersebut, Darwis menunjukkan sampul dari buku tersebut dalam bentuk ebook. Rencananya, seratus eksemplar buku tersebut akan dicetak sore [11/11/2022] ini, dan akan dibagikan kepada peserta konferensi.
“Banyak peserta konferensi di sini yang karyanya ada di dalam buku ini,” tutur dosen Le Havre University Perancis tersebut.
Forum Bandung-Belgrade-Havana memang ditujukan untuk menghidupkan semangat Konferensi Asia-Afrika. Konferensi tersebut diadakan pertama kali di Bandung tahun 1955 yang kemudian berlanjut ke Belgrade, lalu di Havana.
“Tiga kota tersebut juga ada di cover buku ini,” jelas Darwis.
Diskusikan Geopolitik Asia
Selain peluncuran buku, gelaran FIB Flagship Programme hari kedua mengadakan diskusi dengan tujuh pemateri dari berbagai belahan dunia. Politikus dan mantan anggota DPR-RI, Hasto Kristiyanto, diundang sebagai pembicara pertama.
Ia memaparkan tentang proyeksi masa depan Asia dari perspektif geopolitik dan geoekonomis. Dalam paparannya, ia membahas mengenai visi strategi geopolitik Soekarno. Menurutnya, dalam Gerakan Non Blok, strategi geopolitik Soekarno berbeda dengan geopolitik bangsa Barat.
“Geopolitik Soekarno yang non-ekspansionis sangat berbeda dengan Barat,” tutur Sekretasris Jendral PDI-P tersebut.
Hasto juga menyebutkan bahwa strategi geopolitik Soekarno didasarkan pada kemanusiaan dan koeksistensi damai. Ia menyebutkan, strategi semacam itu sangat penting bagi Asia dengan semangat Gerakan Non-Blok.
“This is very important about Asean future.”
Penulis: Ghulam Phasa Pambayung
Editor: Nuri Hermawan





