UNAIR NEWS – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga kembali menggelar Airlangga Maritime Conference 2017. Yakni, seminar nasional dan talk show yang dilakukan setiap tahun. Bertempat di Graha BIK-IPTEKDOK Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada Sabtu (18/11) pukul 08.00–14.30, Airlangga Maritime Conference tahun ini mengusung tema ”Pengembangan Sektor Kemaritiman dan Kelautan Berbasis Entrepreneurship Guna Menjadikan Laut Indonesia yang Mandiri dan Berkelanjutan”.
Seminar itu bukan hanya khusus ditujukan untuk mahasiswa perikanan, melainkan juga umum. Terdapat tujuh narasumber yang dihadirkan dalam seminar tersebut. Mereka terbagi dalam dua sesi pemaparan.
Pada sesi pertama, Ir. Muhammad Najib, CEO PT Kelola Mina laut di Gresik, dan Awalrush Andira, S.Pi , MMA menjadi pematerinya. Selanjutnya, Dr. Woro Hastuti Setyorini, Ir., M.Si., menjadi moderator dalam sesi tersebut.
Najib mengungkapkan, sektor perikanan adalah peluang yang sangat bagus dan memiliki prospek. Menurut dia, kita harus bangga menjadi anak perikanan. Apalagi, Indonesia merupakan negara maritim yang 2/3 wilayahnya berupa lautan.
Usaha yang digeluti Najib tersebut telah merambah sampai ke luar negeri. Hal itu membuktikan bahwa perikanan merupakan bidang usaha yang sangat memiliki prospek. Selanjutnya, Awalrush menyampaikan materi tentang kebijakan pembangunan perikanan yang berkelanjutan.
Berikutnya, dimoderatori Pulung Siswantara, S.KM, M.Kes., sesi kedua menghadirkan narasumber Royce, Kevin, dan Dwianto. Ketiganya merupakan Young Fisheries Entrepreneur. Dalam sesi itu, mereka menjelaskan potensi kelautan di Indonesia. Termasuk sharing tentang usaha bernama ”Nagrova Aqua Kultura” yang telah mereka dirikan. Yakni, usaha udang vanname di daerah Bangkalan pada Desember.
Selain itu, hadir Revindia Carina, Putri Bahari Lingkungan Hidup 2015, yang turut menjadi pemateri dalam sesi kedua. Dia merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR. Dalam kesempatan itu, dia memaparkan pengalamannya terkait dengan dunia kebaharian, termasuk memberikan motivasi terkait potensi laut Indonesia. (*)
Penulis: Riska Wardany (Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan)
Editor: Feri Fenoria





