Universitas Airlangga Official Website

FPK UNAIR Gelar Pelatihan Teknologi Laminasi Fiberglass Nelayan Mulyorejo

Proses laminasi badan kapal dengan teknologi fiberglass. (Foto: Istimewa).
Proses laminasi badan kapal dengan teknologi fiberglass. (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Dalam merealisasikan misi pengabdian masyarakat, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga menggandeng praktisi serta teknisi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas). Kegiatan itu berupa Pelatihan Perbaikan Kapal dengan Teknologi Laminasi Fiberglass bagi kelompok nelayan di Kecamatan Mulyorejo, Surabaya pada Rabu, (15/10/25).

Pengabdian Masyarakat tersebut diikuti oleh nelayan anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Elang Samudra untuk meningkatkan keterampilan nelayan memperbaiki dan merawat kapal tangkap mereka agar lebih tahan lama, efisien, dan aman digunakan. Ketua pengmas, Dr Laksmi Sulmartiwi SPi MP menyebut kegiatan tersebut merupakan upaya FPK UNAIR dalam memberdayakan masyarakat pesisir.

“Dalam pelatihan ini, praktisi dan teknisi dari BRIN melakukan demonstrasi langsung mengenai teknik laminasi fiberglass pada badan kapal. Para nelayan diajarkan mulai dari tahap persiapan permukaan kapal, pengukuran dan pemotongan mat, pencampuran resin dan katalis, hingga proses pelapisan dengan mat dan roving fiberglass secara benar,” ungkapnya.

Selain pelatihan, pihak FPK UNAIR juga memberikan bantuan berupa bahan-bahan laminasi seperti resin, katalis, pigmen, mat 450, dan roving 400 untuk digunakan dalam praktik langsung. Selain bahan laminasi, ada juga peralatan untuk menunjang proses laminasi seperti mesin gerinda, roll cat, roll besi, sarung tangan, dan kaca mata pelindung.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap nelayan dapat memperbaiki kapal mereka secara mandiri, menghemat biaya perawatan, dan meningkatkan produktivitas melaut. Terlebih saat ini dari anggota KUB sering mengeluhkan biaya reparasi kapal yang cukup mahal dan kurangnya pengetahuan teknis dari para nelayan,” ujarnya.

Laksmi menyebut respon nelayan sangat baik terhadap kegiatan tersebut, hal tersebut dibuktikan dari antusiasme peserta program tersebut yang terdiri dari nelayan yang tergabung dalam KUB Elang Samudra. Kedepannya, tim dari FPK UNAIR berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan untuk mengevaluasi keberhasilan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini. 

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen tridarma perguruan tinggi dan sinergi riset dengan masyarakat, sekaligus menjawab tantangan riil yang dihadapi nelayan pesisir di tengah dinamika perubahan zaman dan tuntutan efisiensi usaha perikanan,” pungkasnya.

Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi

Editor: Khefti Al Mawalia