Universitas Airlangga Official Website

FV UNAIR Kenalkan Dunia K3 kepada Generasi Muda Lewat Roadshow 2025

Tofan Agung Eka Prasetya SKep Ners MKKK PhD menjelaskan pentingnya membangun budaya keselamatan kerja sejak dini kepada peserta K3 Roadshow 2025. (Foto Penulis)
Tofan Agung Eka Prasetya SKep Ners MKKK PhD menjelaskan pentingnya membangun budaya keselamatan kerja sejak dini kepada peserta K3 Roadshow 2025. (Foto Penulis)

UNAIR NEWS – Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga menggelar K3 Roadshow 2025 bertajuk “Let’s Explore Safety Beyond the Stars” pada Sabtu (11/10/2025). Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan dengan siswa-siswi SMA sebagai peserta , SMK, serta mahasiswa UNAIR dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui kegiatan ini, FV UNAIR memperkenalkan bidang K3 kepada generasi muda untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai sektor.

K3 sebagai Budaya dan Peluang Karier

Koordinator Program Studi K3 FV UNAIR Tofan Agung Eka Prasetya SKep Ners MKKK PhD menjelaskan pentingnya membangun budaya keselamatan sejak dini. “K3 bukan sekadar aturan di tempat kerja, tetapi cara berpikir dan bertindak untuk melindungi diri dan orang lain,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keselamatan bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebiasaan yang perlu dibentuk dalam setiap aktivitas sehari-hari.

Tofan menegaskan bahwa bidang K3 memiliki prospek karier luas di berbagai sektor. “Hampir semua industri membutuhkan ahli K3, mulai dari energi, konstruksi, hingga kesehatan masyarakat,” jelasnya. Ia berharap mahasiswa vokasi menjadi generasi tangguh dan kompeten dalam bidang keselamatan kerja.

Praktisi Muda Bagikan Pengalaman Lapangan

Sesi selanjutnya menghadirkan Nadila K AMd KKK Jr SPV 1 HSSE PT Pertamina Patra Niaga, alumnus D-3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) UNAIR. Ia berbagi pengalaman sebagai praktisi muda di dunia industri. Nadila menekankan pentingnya komunikasi dan profesionalitas dalam menghadapi dinamika kerja. “Sebagai praktisi muda, kita harus berani menyampaikan pendapat dengan sopan dan tegas, terutama jika menyangkut keselamatan,” tuturnya.

Ia juga membahas tantangan bekerja dengan pekerja senior yang sulit diatur. Menurutnya, sikap hormat dan komunikasi terbuka menjadi kunci membangun kerja sama efektif. “Kita perlu memahami karakter rekan kerja dan tetap menjaga etika agar pesan keselamatan bisa diterima,” tambahnya.

Bangun Kesadaran Sejak Dini

Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta. Nadila menjelaskan bahwa kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Ia juga menegaskan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan kerja karena kurangnya disiplin terhadap prosedur keselamatan.

Melalui kegiatan inspiratif ini, FV UNAIR berharap siswa dan mahasiswa semakin memahami pentingnya penerapan K3 dan terinspirasi untuk menekuni bidang ini di masa depan.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto