Universitas Airlangga Official Website

Gabuna & Kecemcem Inovasi Mahasiswa UNAIR Sabet Medali Idea Fest 4

gelaran nasional Idea Fest 4 yang diselenggarakan oleh Universitas Dhyana Pura, Bali, pada 31 Oktober–3 November 2025.
Mahasiswa UNAIR saat meraih penghargaan dalam gelaran nasional Idea Fest 4 yang diselenggarakan oleh Universitas Dhyana Pura, Bali, pada 31 Oktober–3 November 2025 (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada gelaran nasional Idea Fest 4. Penyelenggaraan kompetisi dan penyematan penghargaan tersebut berlangsung pada Universitas Dhyana Pura, Bali, pada 31 Oktober–3 November 2025. Dalam kompetisi kreativitas ilmiah tahunan ini, delegasi UNAIR tampil menonjol di dua kategori berbeda. Keduanya berhasil membawa pulang medali lewat karya berbasis sumber daya lokal yang mereka ubah menjadi solusi masa depan.

Karya pertama berjudul “Green Innovation Kearifan Lokal: Inhaler 2 in 1 Roll-On Herbal Daun Kecemcem Khas Bali” yang merupakan inovasi tim Business Plan. Tim tersebut beranggotakan Naura Alieou Achnad (FEB) dan Elisya Nurmaya (Vokasi). Sementara itu, karya kedua yang meraih penghargaan dalam kategori esai adalah inovasi Abistha Putra Zulliandha (FST). Inovasi tersebut berjudul “Gabuna Healthy Grow: Inovasi Formulasi Cookies Ikan Gabus dan Rumput Laut Sebagai Pangan Fungsional Untuk Perbaikan Status Gizi Anak”.

Pada kategori Business Plan, inovasi herbal dari tim UNAIR memadukan kekayaan hayati lokal Bali, yakni daun kecemcem dengan formulasi produk modern yang praktis dan usable dalam satu perangkat inhaler roll-on 2 in 1. Ide ini memadukan nilai kearifan lokal dengan pendekatan bisnis berkelanjutan. Dalam ajang ini, tim Business Plan UNAIR berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus silver medal, favorite paper, dan favorite poster. Kemenangan tersebut menunjukkan bahwa tim memiliki kekuatan pada riset, argumentasi, sekaligus presentasi value kepada publik.

Sementara itu, kontribusi ilmiah UNAIR dalam isu gizi masyarakat ditunjukkan melalui karya esai Abistha yang fokus pada reformulasi cookies fungsional berbasis ikan gabus dan rumput laut. Dua bahan ini Abistha dan tim pilih bukan hanya karena lokal availability, namun karena potensi nutrisinya yang tinggi. Dalam kesimpulan kajian, cookies ikan gabus dan rumput laut terbukti memiliki nilai gizi tinggi dan feasible menjadi intervensi nyata pencegahan stunting.

Berdasarkan uji organoleptik, tidak terdapat perbedaan signifikan antara dua formulasi produk yang diuji. Namun formulasi 60% menunjukkan aroma lebih lembut, warna lebih menarik, dan kandungan protein lebih tinggi. Setiap 100 gram cookies mengandung energi 565,9 kkal dan 14,09 gram protein melampaui standar PMT untuk pemulihan gizi anak stunting. Dengan kandungan gizi seimbang serta cita rasa yang dapat diterima, cookies ikan gabus dan rumput laut berpotensi menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan dalam upaya menekan angka stunting menuju visi Indonesia Emas 2045.

Secara umum, kemenangan UNAIR di Idea Fest 4 ini menunjukkan bahwa inovasi yang paling berdampak tidak harus berangkat dari teknologi tinggi, mahal, atau impor. Justru sebaliknya. Inovasi dapat lahir dari kekayaan hayati lokal dengan pendekatan riset yang serius, dan dikemas menjadi prototipe atau model bisnis yang menjawab problem nyata di masyarakat.

Momentum ini juga membuktikan bahwa kultur riset UNAIR bukan sekadar jargon, tetapi terakselerasi melalui pendekatan lintas disiplin. Business, sains, teknologi, pangan, dan herbal seluruhnya dapat saling menguatkan untuk menghasilkan output yang layak podium. Melalui validasi data, pengujian organoleptik, penyusunan model bisnis, dan representasi visual yang terstruktur tim UNAIR berhasil buktikan kualitasnya. Keberhasilan para mahasiswa ini menjadi salah satu wujud nyata bahwa UNAIR terus berkomitmen membangun ekosistem inovasi yang berdampak dan sustainable.

Penulis: Abistha Putra Zulliandha

Editor: Yulia Rohmawati