Universitas Airlangga Official Website

Gagas Lelana Bahasa, Mahasiswa FEB Raih Juara Favorit Duta Bahasa Jawa Timur

Dava saat menerima penghargaan Juara Favorit Duta Bahasa Jawa Timur (Foto: Istimewa)
Dava saat menerima penghargaan Juara Favorit Duta Bahasa Jawa Timur (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mochamad Dava Hibrawardana Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menyabet Juara Favorit pada ajang Duta Bahasa Jawa Timur 2025. Penganugerahan gelar tersebut berlangsung di Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, tepatnya pada Minggu (5/5/2025).

Dava mengikuti ajang ini bukan tanpa alasan. Ia mengatakan bahwa keinginan berperan dalam pelestarian bahasa Indonesia menjadi salah satu alasannya mengikuti ajang Duta Bahasa. “Dan keinginan untuk mengimplementasikan pelaksanaan trigatra bangun bahasa pada masyarakat, juga menjadikan saya ingin berkontribusi melalui ajang Duta Bahasa,” ujarnya.

Sebelum meraih gelar tersebut, ada berbagai tahapan yang harus ia lalui. Antara lain pendaftaran awal, seleksi pemberkasan, pembekalan dan seleksi kepenulisan esai serta deklarasi ide, seleksi tahap wawancara, hingga focus group discussion. Dalam tahapan seleksi tersebut, Dava berhasil bersaing dengan 120 peserta dari Jawa Timur. 

Pada ajang tersebut, Dava mengagas advokasi Lelana Bahasa. Lelana Bahasa merupakan sebuah krida bahasa yang berfokus pada digitalisasi aspek kebahasaan dan kebudayaan Jawa Timur. Gagasan ini berwujud dalam format sebuah laman interaktif. Inisiatif ini berlatar belakang dari keprihatinan terhadap fenomena globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat. Sehingga mengakibatkan peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna internet di Indonesia. 

 Mochamad Dava Hibrawardana Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menyabet Juara Favorit pada ajang Duta Bahasa Jawa Timur 2025 (Foto: Istimewa)
Mochamad Dava Hibrawardana Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menyabet Juara Favorit pada ajang Duta Bahasa Jawa Timur 2025 (Foto: Istimewa)

Situasi tersebut, kata Dava, dapat mendorong dominasi bahasa asing dalam interaksi komunikasi sehari-hari. Sebab, bahasa asing secara bertahap menyebabkan terpinggirkannya penggunaan bahasa Indonesia serta bahasa-bahasa daerah. “Jadi, laman interaktif Lelana Bahasa ini memiliki tujuan utama untuk melestarikan kekayaan bahasa Jawa beserta kebudayaan yang berasal dari Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dava menuturkan bahwa laman pada Lelana Bahasa lengkap dengan berbagai fitur. Rancangan fitur tersebut bertujuan memberi kemudahan bagi pengguna dalam mempelajari dan memahami bahasa serta budaya Jawa Timur.

“Termasuk kamus kosakata bahasa Jawa yang mencakup tiga tingkatan berbeda. Kumpulan cerita rakyat yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, serta informasi komprehensif mengenai berbagai aspek kebudayaan Jawa Timur,” paparnya.

Menanggapi tantangan zaman digital, Dava mengungkapkan Lelana Bahasa hadir sebagai jawaban dan upaya untuk meminimalisir dampak negatif dari dominasi bahasa asing. Situs interaktif ini menyajikan beberapa konten. Antara lain berupa kamus bahasa Jawa, informasi mengenai aksara Jawa, serta berbagai cerita rakyat dan informasi budaya Jawa Timur. 

Dava meyakini bahwa situs ini berpotensi besar menjadi sarana pelestarian bahasa dan budaya lokal yang adaptif dengan perkembangan zaman digital saat ini. Dengan Lelana Bahasa generasi muda dan masyarakat luas dapat tetap terhubung dengan warisan budaya mereka melalui platform yang aksesnya mudah dan menarik.

Penulis: Arifatun Nazilah

Editor: Yulia Rohmawati