UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengharumkan nama almamater dalam ajang National Education Essay Festival 2024 (NES-Fest) oleh PT Education Impact Nusantara. Mahasiswa tersebut ialah Dwiki Achmad Thoriq, dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Festival yang diadakan secara daring ini berlangsung dari (12/1/24) hingga (20/3/24), dengan puncak acara awarding pada Jumat (29/3/24). Tahun ini, Edupact mengusung tema “2024 Era Progresif Indonesia dari Generasi Muda”, bertujuan mengajak mahasiswa berpikir kritis dan berinovasi. Dalam esai bertajuk “Tantangan Generasi Z pada Era Modern: Membentuk Rencana Karier dalam Rangka Menekan Tingginya Angka Pengangguran”, Thoriq mengangkat isu krusial terkait pengangguran.
Masalah Pengangguran Gen Z
Thoriq menjelaskan bahwa pengangguran di kalangan Generasi Z meningkat drastis akibat pandemi, dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Ia memaparkan beberapa masalah utama yang sering dihadapi oleh generasi ini.
”Masalah utamanya bukan hanya kurang pendidikan, tetapi juga minimnya minat terhadap pentingnya keterampilan. Selain itu, kurangnya persiapan menghadapi tekanan dalam dunia kerja juga menurunkan semangat bekerja Gen Z,” ujarnya, Minggu (21/7/2024).
Untuk mengatasi masalah ini, Thoriq menggagas beberapa langkah strategis dalam esainya. Di antaranya, mahasiswa perlu menyadari potensi diri, memahami kondisi kerja saat ini, dan memperkuat mental sebelum bekerja. Selain itu, Thoriq menambahkan gagasannya terkait pemanfaatan media sosial dan pengukuran tingkat produktivitas dalam keseharian sebagai bagian dari solusinya.
Thoriq mengungkapkan bahwa eksposur terhadap konten media sosial yang kurang mengedukasi dapat memengaruhi daya tangkap dan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, ia menyarankan generasi muda untuk lebih banyak menonton konten edukatif yang sesuai dengan kompetensinya.
Sebagai tips and trik, Thoriq memberikan beberapa langkah praktis untuk membuat keseharian generasi muda lebih bermanfaat dalam jangka panjang. Pertama, memilih akun-akun media sosial yang memberikan konten edukatif dan inspiratif.
Kedua, meluangkan waktu setiap hari untuk belajar keterampilan baru yang relevan dengan dunia kerja. Ketiga, terlibat aktif dalam organisasi atau komunitas yang mendukung pengembangan diri. Keempat, menyeimbangkan waktu antara kegiatan produktif dan istirahat agar tetap menjaga kesehatan mental dan fisik.
Thoriq berharap gagasannya dapat membantu mereka merencanakan masa depan yang lebih baik. “Tujuan saya adalah agar mahasiswa dapat mencegah tingginya angka pengangguran dengan meningkatkan kemampuan diri. Saya berharap semua mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan potensi diri dan tidak mudah menyerah menghadapi realitas saat ini,” ujarnya.
Penulis: Venni Tanujaya
Editor: Yulia Rohmawati





