UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam membuat kegiatan yang berdampak. Tidak hanya dalam lingkup internal kampus, namun juga dalam skala regional. Salah satunya adalah Muhamad Abrar Ghifari, mahasiswa ilmu politik fakultas ilmu sosial dan ilmu politik angkatan 2020 sekaligus koordinator Kampus Mengajar Surabaya yang inisiatif membuat kegiatan kolaborasi bersama CEO AjakGerak dengan program yang bertajuk Eduphoria.
Kegiatan itu berlangsung pada Minggu (29/10/2023) di Koridor Co Working Space, Siola, Surabaya. Abrar bersama Haikal selaku CEO AjakGerak memiliki gagasan untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan di Kota Surabaya. Eduphoria merupakan kolaborasi yang dilakukan oleh komunitas Kampus Mengajar Surabaya dengan AjakGerak, salah satu platform pendidikan skala nasional yang juga berfokus di bidang pendidikan.
Menurut Abrar, terselenggaranya kegiatan itu dilatarbelakangi oleh minimnya ekosistem pendidikan yang saling terintegrasi satu sama lain. Meskipun sudah banyak komunitas-komunitas di Surabaya yang bergerak di bidang pendidikan, namun tiap komunitas itu hanya berjalan masing-masing.
“Acara ini bertujuan untuk menghimpun komunitas-komunitas pendidikan yang ada di Surabaya,” ujarnya.
Permasalahan Pelajar di Surabaya
Dalam pemaparannya, ia juga memaparkan fenomena yang ditemukan selama menjadi peserta kampus mengajar. “Saat ini banyak ditemukan anak-anak SMP, SMK yang terang-terangan merokok, berkelahi, bahkan mengonsumsi obat-obatan di sekolah, hal ini akan memunculkan berbagai masalah lainnya,” ungkapnya.
Fenomena tersebut adalah hal yang sangat mengkhawatirkan, mengingat Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi dan berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan sumber daya manusia. Namun kenyataannya, generasi muda justru menunjukkan kualitas yang sebaliknya.
Di akhir, Abrar juga berharap bahwa dengan adanya agenda Eduphoria ini, kedepannya akan lahir banyak kolaborasi antar komunitas-komunitas pendidikan sebagai langkah konkrit juga untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan di Surabaya.
“Lebih baik menyalakan lilin-lilin kecil daripada merutuki kegelapan kan?” ujar Abrar.
Ia berpesan kepada seluruh komunitas yang hadir dalam agenda Eduphoria, agar tetap berpegang teguh pada prinsip yang sudah ditanamkan sejak awal dengan cara membuat program yang bisa membawa kebermanfaatan bagi banyak orang. Harapannya, komunitas pendidikan yang ada di Surabaya dapat saling berkolaborasi satu sama lain.
“Kami berharap bisa saling terkoneksi dan berjejaring agar dapat menghasilkan program kerja bersama, karena sekarang ini waktunya kolaborasi dan saatnya anak muda untuk #AmbilPeran” tuturnya.
Penulis: Lady Khairunnisa Adiyani
Editor: Khefti Al Mawalia





