UNAIR NEWS – Pulihkan ekonomi masyarakat, Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) menggelar workshop pendampingan pelaku Usaha Mikro di Aceh pada Sabtu (21-22/2/2026). Kegiatan itu juga turut menggandeng alumni, Universitas Malikussaleh dan yayasan Peduli Pembangunan Ekonomi Pesisir Aceh (YAPPERA).
Ketua tim pengabdian masyarakat UNAIR, Prof Dr Bagong Suyanto, MSi dalam sambutannya menegaskan komitmennya dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. Menurutnya, program pengabdian masyarakat tidak boleh bersifat sesaat tanpa dampak jangka panjang.
“LPMB atau Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan di UNAIR memiliki komitmen bahwa pengabdian itu tidak boleh hanya datang sekali lalu hilang. Makanya namanya berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa ada manfaat yang membekas, ada pemberdayaan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Dalam workshop tersebut, tim UNAIR menghadirkan sejumlah ahli untuk berdiskusi mengenai strategi penguatan kembali sendi-sendi ekonomi dan sosial masyarakat terdampak bencana. Fokus utama kegiatan adalah membangkitkan kembali semangat pelaku UMKM agar mampu menata masa depan yang lebih baik.
Prof. Bagong juga menyampaikan apresiasi kepada mitra lokal yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada mitra lokal kami, teman-teman dari Universitas Malikussaleh dan juga YAPPERA yang sudah memfasilitasi pertemuan ini. Tanpa bantuan panitia lokal, tentu kehadiran kami di sini tidak akan bisa berjalan seefektif ini,” katanya.

Tekankan Solidaritas dan Empati
Sementara itu, Koordinator LPMB UNAIR, Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari, SS MA juga turut menyampaikan empati dan solidaritasnya kepada masyarakat Aceh yang terdampak bencana. Ia menekankan bahwa kehadiran tim UNAIR dilandasi semangat persaudaraan.
“Kami yang di Surabaya, jauh dari Aceh, merasa bahwa Bapak-Ibu sekalian itu saudara kita semua. Sebagai saudara, paling tidak kita bisa saling support, saling bantu, meskipun apa yang kami berikan hanya sedikit. Semoga dari yang sedikit itu bisa memberikan manfaat yang berkah bagi Bapak-Ibu sekalian,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus program adalah memberikan pemahaman dan penguatan mental bagi pelaku usaha mikro agar mampu bangkit dari keterpurukan. “Kita tidak boleh terus pasrah meratapi. Hidup kita pasti akan berjalan ke depan. Oleh karena itu, kami ingin membantu bagaimana untuk menghadapi jalan-jalan ke depan,” ujarnya.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi berkelanjutan antara UNAIR dan mitra di Aceh dalam upaya pendampingan pelaku usaha mikro agar semakin tangguh dan adaptif dalam menghadapi tantangan pasca bencana.
“Semoga pertemuan kita memberikan kebermanfaatan dan keberkahan, dan ini bukan pertemuan pertama dan terakhir,” paparnya.
Perlu diketahui, program pengabdian masyarakat ini juga mendukung sdgs. Yakni sdg 1 (Tanpa Kemiskinan), sdg 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sdg 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), sdg 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), dan sdg 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Penulis: Khefti Al Mawalia





