UNAIR NEWS – Dalam setiap institusi pendidikan, terutama pendidikan tinggi, tulisan selalu menjadi keluaran (output) yang mesti dihasilkan oleh tenaga pendidik hingga mahasiswa. Tulisan dapat dijadikan patokan tersendiri terhadap kualitas diri seseorang akademisi. Maka tak jarang, kegiatan akademik selalu dikaitkan dengan kegiatan penulisan.
Melihat pentingnya kemampuan menulis, terutama kepenulisan ilmiah, Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) menggandeng Perpustakaan UNAIR untuk mengadakan pelatihan yang bertajuk “Library Class 4: Literature Review”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (21/4/2022), lewat aplikasi konferensi video, zoom. Kelas ini menyasar mahasiswa yang sedang menempuh skripsi.
Dalam kelas tersebut, terdapat beberapa poin pembahasan, diantaranya mengenai definisi, teknik penyusunan hingga alat (tools) yang dapat mempermudah penyusunan literature review. Dalam paparannya, Indah Rachma, selaku pemateri menuturkan bahwa literature review merupakan analisis berupa kritik dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap suatu topik. Nantinya, hal tersebut dapat dijadikan landasan teori ketika kita membuat karya tulis ilmiah.
“Literature review itu bukan summarizing, ya. Kita juga tidak sedang memindahkan lembar kerja ke lembar kerja yang lain. Tapi tujuan ke depan untuk penyelidikan dan penelitian lebih lanjut,” ujar Indah.
Jenis “Literature Review”
Mengenai jenisnya, Indah menuturkan terdapat tujuh jenis dari literature review, yaitu traditional, systematic, argumentative, integrative, theoretical, historical, dan methodological. Jenis-jenis itu, sambungnya, memiliki karakteristik penulisan masing-masing. Bahkan menurutnya, setiap bidang keilmuan memiliki karakteristik jenis literatur reviunya masing-masing.
“Yang paling penting, kita harus punya pertanyaan penelitian yang dirumuskan diawal. Agar kedepannya kita jadi lebih mudah dan sistematis dalam menjawab,” tambahnya.
Selain itu, ia pun menjelaskan mengenai teknik mereviu agar lebih terstruktur. Diantaranya dengan mengkomparasi artikel satu dengan artikel yang akan diteliti, mengulas sebuah studi yang saling bertentangan, melakukan sintesis dari kritik yang telah dibuat dan disesuaikan dengan pendapat dari peneliti yang juga melakukan kritisi.
“Terakhir kita pun diharuskan melakukan analisis pembahasan,” tuturnya.
Proses Mereviu
Langkah-langkah dalam melakukan reviu diperlukan untuk mengefektifkan serta mengefisienkan waktu dalam melakukan hal tersebut. Menurutnya, terdapat tiga Langkah utama untuk mengulas sebuah literatur, seperti planning dengan membuat 5W+1H dari masalah yang diteliti, lalu conducting dengan melakukan proses pencarian literatur dalam pencarian pustaka, serta reporting dengan membuat pendahuluan hingga kesimpulan.
Dalam mencari sumber, mahasiswa juga bisa mengakses aneka jurnal dan bahan literatur dari E-Resource yang dilanggan Perpustakaan UNAIR, publikasi jurnal lainnya, hingga majalah ilmiah atau abstrak sebuah penelitian.
“Dalam membaca sebuah jurnal baru, biasakan menggunakan teknik scanning. Biasakan untuk membaca abstrak diawal, ya,” pungkas alumnus Manajemen Informasi dan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada tersebut (*)
Penulis : Afrizal Naufal Ghani
Editor: Nuri Hermawan





