Universitas Airlangga Official Website

Gelar Pelatihan Menulis, Mahasiswa Muslimah FK UNAIR Hidupkan Dakwah Lewat Karya

dr Evy Ervianti SpDVE SubspDT FINSDV FAADV saat memaparkan tips, trik, dan inspirasi menulis dalam webinar WINNER, Minggu (9/11/2025) melalui Zoom Meeting (Foto: Istimewa).
dr Evy Ervianti SpDVE SubspDT FINSDV FAADV saat memaparkan tips, trik, dan inspirasi menulis dalam webinar WINNER, Minggu (9/11/2025) melalui Zoom Meeting (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Departemen Kemuslimahan Assalam Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menggelar webinar bertajuk WINNER Training Writing Skill. Acara tersebut berlangsung pada Minggu (9/11/2025) melalui Zoom Meeting. Adapun tujuan kegiatan itu menjadi wadah bagi mahasiswa muslimah dalam menyalurkan nilai-nilai inspiratif lewat karya tulis. 

Pada kesempatan itu, hadir dr Zaskiya Fauziah MKes selaku dosen pembimbing yang turut memberikan sambutan. Ia menekankan pentingnya menulis sebagai warisan ilmu pengetahuan.

“Mukjizat yang diturunkan kepada Rasulullah adalah bacaan, dan bacaan harus dituliskan agar tidak hilang. Dengan membaca dan menulis, kita dapat membawa kembali umat Islam menuju kejayaan,” ujar dr Zaskiya. 

Ia lantas mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada pelatihan, tetapi terus menulis dan menerbitkan karya yang bermanfaat. “Saya berharap, setelah acara ini, ada suatu hasil karya atau buku yang kita tuliskan bersama supaya ada kenang-kenangannya yang bisa kita wariskan ke generasi selanjutnya.” 

Dimulai dari Niat dan Cerita Sederhana 

Webinar itu juga spesial mengundang dr Evy Ervianti SpDVE SubspDT FINSDV FAADV yang merupakan dosen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di FK UNAIR. Ia juga seorang penulis dari beberapa novel yaitu Me, Him, and Labuan Bajo (2007), If (2009), So,… (2016), hingga Roti Marieku (2023). 

Dalam pemaparannya, dr Evy membagikan tips dan trik menulis untuk berdakwah sekaligus membantu stress relief. Menurutnya, setiap orang memiliki kemampuan menulis, hanya saja gaya atau susunan penyampaiannya cenderung berbeda-beda.

“Menulis itu dimulai dari niat. Niatkan karena Allah, bukan untuk popularitas. Pastikan tulisan membawa manfaat dan bernilai ibadah,” tuturnya. 

Lebih lanjut, dr Evy menegaskan bahwa dakwah melalui tulisan perlu berdasar pada ilmu yang benar, pemahaman terhadap Al-Qur’an dan hadis, serta pengetahuan akan karakter audiens. Ia kemudian mendorong mahasiswa untuk mulai menulis dari hal-hal yang sederhana seperti pengalaman pribadi, refleksi harian, atau pelajaran hidup yang mengandung pesan-pesan positif.

Kurangi Stres dengan Menulis

Selain membahas aspek spiritual, dr Evy juga menyoroti manfaat psikologis menulis. Aktivitas menulis, sebutnya, dapat menjadi sarana menenangkan hati, meningkatkan kepercayaan diri, dan membantu seseorang mengolah emosi secara sehat. “Menulis bisa mengurangi tekanan stres. Saat tulisan kita dibaca dan memberi manfaat bagi orang lain, itu akan menjadi sumber kebahagiaan dan energi positif,” ujar dr Evy. 

Lebih lanjut, dr Evy mengingatkan pentingnya menikmati proses menulis tanpa terlalu terjebak pada kesempurnaan. Writer’s block, menurutnya, adalah hal yang wajar dan dapat teratasi dengan istirahat sejenak, mencari suasana baru, atau kembali menulis secara ringan.

Dalam sesi akhir, dr Evy juga merekomendasikan berbagai platform menulis untuk pemula, seperti melalui media WordPress, Medium, Wattpad, Kompasiana, dan IDN Times. Tak lupa, ia pun terus memberikan pesan semangat bagi mahasiswa dalam berkarya. 

“Pena mungkin ringan di tangan, tapi ia menyimpan kekuatan besar yang mampu menggerakkan pikiran dan membangkitkan kesadaran. Tulis dengan iman dan ketulusan, niscaya tulisanmu akan menuntun dari gelap menuju cahaya,” tutup dr Evy. 

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto