Universitas Airlangga Official Website

Gelar Strategic Training 2024, BEM FEB Ulas Komunikasi Efektif Organisasi

Rani Sukma AyuSuteja pada sesi pemaparan materi Seminar acara Strategic Training 2024 pada Kamis (18/4/2024). (Sumber: Pribadi)
Rani Sukma AyuSuteja pada sesi pemaparan materi Seminar acara Strategic Training 2024 pada Kamis (18/4/2024). (Sumber: Pribadi)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Strategic Training 2024 pada Kamis (18/4/2024). Acara itu bertujuan untuk melatih komunikasi dalam organisasi guna mencegah terjadinya miskomunikasi antar-anggota. Bertempat di Aula Tirto FEB UNAIR, acara tersebut mengundang Paula Ratih Silvana, marketing and public relations di Tanrise Property, dan Rani Sukma AyuSuteja S I Kom MSc, dosen ilmu komunikasi UNAIR.

Dalam sesi pembahasannya, Paula menegaskan pentingnya komunikasi yang efektif dan terstruktur di dalam lingkup suatu organisasi. Menurutnya, komunikasi yang tepat dan terstruktur adalah fondasi utama dalam memastikan kelancaran operasional serta pencapaian tujuan organisasi.

“Struktur komunikasi yang rapi dan terarah menjadi kunci dalam memastikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya diterima, tetapi juga dipahami dengan baik oleh penerima,” ungkapnya.

Selain itu, bahasa yang jelas dapat menjadi kunci untuk memastikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan tidak salah diinterpretasikan oleh pihak yang menerima. “Dengan memastikan bahwa komunikasi dalam suatu organisasi terstruktur dan bahasanya jelas, organisasi dapat mengurangi risiko terjadinya hambatan-hambatan komunikasi yang dapat menghambat kemajuan dan keberhasilan keseluruhan,” katanya.

Paula Ratih Silvana pada sesi pemaparan materi Seminar acara Strategic Training 2024 pada Kamis (18/4/2024) tentang komunikasi organisasi. (Sumber: Pribadi)

Sementara itu, Rani menyoroti pentingnya membangun reputasi dan citra yang baik di dalam dunia public relation. Menurutnya, dalam lingkungan yang penuh dengan sorotan publik, satu kesalahan saja bisa berpotensi merusak reputasi yang telah dibangun dengan susah payah.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam implementasi Public Relation, terutama di era digital ini. Setiap individu membawa citra dan reputasi bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk organisasinya. “Tindakan anggota organisasi dapat menjadi tolak ukur dalam menilai reputasi suatu organisasi, sehingga penting bagi setiap anggota untuk menjaga citra baik diri sendiri dan organisasi,” tuturnya.

Mengenai tantangan dalam Public Relation, Rani menggarisbawahi pentingnya memberikan pemahaman kepada anggota organisasi tentang bagaimana tindakan mereka dapat mempengaruhi reputasi organisasi secara keseluruhan. “Tantangan utama adalah memastikan setiap anggota organisasi memahami bahwa mereka membawa nama baik organisasi,” katanya. 

Penulis: Rosali Elvira Nurdiansyarani

Editor: Feri Fenoria

Baca juga:

Sosialisasikan P3M, BEM FEB UNAIR Dorong Mahasiswa Capai Prestasi

Tingkatkan Aksesibilitas Difabel, BEM FEB UNAIR Latih Mahasiswa Bahasa Isyarat